Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Artis yang Tak Terima Karyanya dipakai Pemerintahan Donald Trump

7 Artis yang Tak Terima Karyanya dipakai Pemerintahan Donald Trump
Daftar artis yang marah lagunya dijadikan propaganda White House (dok. instagram.com/sabrinacarpenter | instagram.com/POTUS)
Intinya Sih
  • Pemerintahan Donald Trump menuai kontroversi karena menggunakan lagu dan cuplikan film populer untuk materi propaganda tanpa izin dari para pembuat karya.
  • Sejumlah artis ternama seperti Sabrina Carpenter, Kesha, Ben Stiller, Radiohead, SZA, Olivia Rodrigo, dan Foo Fighters memprotes keras tindakan tersebut melalui media sosial.
  • Para artis menilai penggunaan karya mereka oleh lembaga pemerintah dan kampanye politik sebagai pelanggaran etika serta bentuk manipulasi yang tidak manusiawi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin memanas, pemerintahan Donald Trump justru memicu kontroversi tambahan dengan memakai beberapa lagu dan film untuk materi propaganda. Baru-baru ini, akun resmi The White House (Gedung Putih) mengunggah video montase yang menampilkan cuplikan film blockbuster seperti Gladiator, Iron Man 2, John Wick, dan Braveheart.

Tindakan itu memicu reaksi keras dari sejumlah artis. Banyak dari mereka menilai karya seni tidak seharusnya dipakai secara sembarangan untuk membangun narasi politik atau propaganda pemerintah, terutama tanpa izin dari pembuatnya. Berikut beberapa artis yang pernah mengecam penggunaan karya mereka oleh pemerintahan Trump.

1. Sabrina Carpenter

Sabrina Carpenter protes lagunya dipakai propaganda Trump.jpg
Cuitan Sabrina Carpenter di X terkait penggunaan lagunya oleh White House (dok. x.com/SabrinaAnnLynn)

Pada Desember 2025, penyanyi pop Sabrina Carpenter mengecam penggunaan lagunya "Juno" dalam sebuah video yang diunggah oleh lembaga imigrasi Amerika Serikat, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Dalam unggahan di X/Twitter, Carpenter menyebut video tersebut sebagai sesuatu yang "jahat dan menjijikkan." Ia juga meminta lembaga tersebut untuk berhenti menggunakan lagu-lagunya dalam konten propaganda yang ia nilai tidak manusiawi.

2. Kesha

Kesha protes lagunya dipakai propaganda Trump.jpg
Kesha marah lagunya dijadikan propaganda White House (dok. instagram.com/kesha)

Penyanyi pop Kesha juga ikut bersuara ketika mengetahui lagunya "Blow" dipakai sebagai backsound video TikTok bertema perang oleh akun yang terkait dengan pemerintahan Trump. Lagu yang dirilis pada 2011 itu muncul dalam video yang menampilkan konten militer. Kesha menilai penggunaan tersebut meremehkan realitas perang.

"Saya mengetahui bahwa Gedung Putih telah menggunakan salah satu lagu saya di TikTok untuk menghasut kekerasan dan mengancam perang. Mencoba menganggap enteng perang adalah hal yang menjijikkan dan tidak manusiawi," tulisnya melalui Instagram, Selasa (3/3/2026).

3. Ben Stiller

Ben Stiller Protes Gedung Putih Pakai Filmnya untuk Promosikan Perang.jpg
Ben Stiller marah Tropic Thunder dijadikan propaganda White House (dok. Paramount Pictures/Tropic Thunder | x.com/BenStiller)

Aktor sekaligus sutradara Ben Stiller juga menjadi salah satu artis yang memprotes pemerintahan Trump. Ia mengecam penggunaan cuplikan dari film satire perang Tropic Thunder (2008) dalam video militer yang diunggah akun resmi Gedung Putih. Dalam video tersebut muncul adegan karakter Les Grossman yang diperankan Tom Cruise sedang menari.

"Hei Gedung Putih, tolong hapus klip Tropic Thunder. Kami tidak pernah memberi izin dan tidak ingin menjadi bagian dari mesin propaganda kalian. Perang bukanlah film," tulis Stiller di X, Sabtu (7/3/2026).

4. Radiohead

Radiohead protes lagunya dipakai propaganda Trump.jpg
Radiohead marah lagunya dijadikan propaganda White House (dok. instagram.com/radiohead)

Band rock Inggris Radiohead juga pernah mengecam penggunaan karya mereka oleh ICE. Lagu mereka "Let Down" digunakan dalam sebuah unggahan media sosial lembaga tersebut. Band tersebut langsung mengeluarkan pernyataan keras melalui perwakilannya.

"Kami menuntut agar para amatir yang mengendalikan akun media sosial ICE menghapusnya. Ini bukan lelucon, lagu ini sangat berarti bagi kami dan orang lain, dan kalian tidak bisa mengambilnya tanpa perlawanan. Juga, pergi sana ke neraka… Radiohead," dilansir Variety (27/2/2026).

Sebelumnya, gitaris Jonny Greenwood juga memprotes penggunaan musik gubahannya dari film Phantom Thread (2017) dalam film dokumenter tentang Melania Trump tanpa izin. Bersama Paul Thomas Anderson, ia menuntut penghapusan musik tersebut karena menganggap Universal telah melanggar perjanjian komposer.

5. SZA

SZA protes lagunya dipakai propaganda Trump.jpg
Cuitan SZA di X terkait penggunaan lagunya oleh White House (dok. x.com/SZA)

Pada akhir 2025, Penyanyi R&B SZA juga pernah mengkritik pemerintah setelah lagu hit miliknya "Big Boys" muncul dalam sebuah video dari Gedung Putih. SZA menilai praktik tersebut sengaja dilakukan untuk memancing reaksi para artis agar video pemerintah mendapatkan promosi gratis.

Ia bahkan menyebut strategi tersebut sebagai "puncak kegelapan" dalam unggahannya di X/Twitter.

"Gedung Putih memancing kemarahan para artis demi promosi gratis adalah PUNCAK KEGELAPAN... tidak manusiawi + taktik mengejutkan yang aw. Jahat dan membosankan," tulisnya.

6. Olivia Rodrigo

Olivia Rodrigo.
Olivia Rodrigo (instagram.com/oliviarodrigo)

Kasus serupa juga dialami Olivia Rodrigo. Pada Juli 2025, salah satu lagunya digunakan oleh ICE dalam video yang mempromosikan program deportasi sukarela.

Rodrigo langsung bereaksi keras: "Jangan pernah menggunakan lagu-lagu saya untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencian kalian," sebelum akhirnya ia menghapus komentarnya.

Sebelumnya pada 2024, ia juga menghapus lagu "Deja Vu" dari TikTok setelah digunakan dalam video yang merayakan kemenangan pemilu Donald Trump.

7. Foo Fighters

Foo Fighters protes lagunya dipakai propaganda Trump.jpg
Foo Fighters marah lagunya dijadikan propaganda White House (dok. instagram.com/foofighters)

Band rock Amerika Foo Fighters juga pernah memprotes penggunaan lagu mereka "My Hero" oleh tim kampanye Trump. Lagu tersebut diputar ketika Trump memperkenalkan Robert F. Kennedy Jr. dalam sebuah acara politik.

Ketika ditanya oleh Wu-Tang Clan apakah penggunaan lagu tersebut diizinkan, Foo Fighters menjawab singkat: "Tidak."

Band tersebut bahkan menyatakan bahwa royalti apa pun dari penggunaan lagu itu oleh pihak pendukung Trump akan disumbangkan ke kampanye lawannya dalam pemilu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More
Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Vidi Aldiano Meninggal Dunia

07 Mar 2026, 17:48 WIBHype