10 Potret Kecelakaan Maut KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Bekasi

- Tabrakan antara KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi menewaskan empat orang serta melukai 38 lainnya yang dirawat di tiga rumah sakit.
- Kementerian Perhubungan menyatakan keprihatinan dan memastikan proses evakuasi dilakukan cepat dengan prioritas keselamatan korban, dipantau langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
- Kemenhub berkoordinasi dengan KNKT dan pihak terkait untuk investigasi penyebab kecelakaan, sementara evakuasi masih berlangsung dan jumlah korban bisa bertambah.
Jakarta, IDN Times - Tabrakan maut antara CommuterLine (KRL) dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 06.00 WIB, korban meninggal lima orang dan 79 lainnya terluka hingga dilarikan ke beberapa rumah sakit.
Hingga pagi ini, proses evakuasi korban masih berlangsung sejak insiden ini terjadi pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.53 WIB. Sekitar empat hingga lima korban di dalam gerbong yang semuanya perempuan dinyatakan masih hidup, namun proses evakuasi tidak mudah.
Pihak berwenang seperti PT KAI, Basarnas, dibantu personel TNI dan Polri bahu membahu mengevakuasi korban. KRL tidak akan dipindahkan sebelum semua korban berhasil dievakuasi, dan Stasiun Bekasi Timur hari ini ditutup sementara untuk proses evakuasi dan penyelidikan penyebab tabrakan maut ini. Sebuah taksi yang sempat mogok di perlintasan disebut-sebut memicu kecelakaan ini.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung lokasi tabrakan untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Kementerian Perhubungan juga mendukung langkah-langkah investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak terkait, guna mendalami penyebab insiden tersebut.
Berikut deretan potret kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang berhasil didokumentasikan tim IDN Times di lokasi kejadian, beserta sumber dari lembaga terkait.
1. Kondisi CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek dilihat dari atas. Dua gerbong belakang KRL atau gerbong perempuan mengalami kerusakan terparah.

2. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban tabrakan maut dari gerbong commuter line.

3. Proses evakuasi korban mengalami kesulitan karena korban terhimpit di gerbong KRL, petugas harus berhati-hati.

4. Stasiun Bekasi Timur sementara ditutup dan tidak melayani penumpang, karena proses evakuasi korban masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) pagi.

5. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur PT KAI Bobby Rasyidin menyaksikan langsung proses evakuasi korban.

6. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut mendatangi lokasi tabrakan maut kereta Senin malam, 27 April 2026.

7. Dua gerbong terakhir atau gerbong perempuan commuter lain mengalami kerusakan terparah, karena hantaman KA Argo Bromo Anggrek.

8. Taksi Green SM Indonesia disebut-sebut penyebab awal terjadinya kecelakaan maut ini.

9. Basarnas mengerahkan dua tim khusus untuk mengevakuasi korban tabrakan maut.

10. Hantaman keras KA Agro Bromo Anggrek membuat lokomotif menembus hingga gerbong commuter line.

Demikian potret evakuasi tabrakan maut antara KRL dan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) pukul 20.53 WIB.







