Taksi Green Disebut Picu Kecelakaan Maut KRL, Manajemen Tak Ucap Duka

- Manajemen Green SM Indonesia buka suara soal kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan taksi operasionalnya, namun tidak menyampaikan ucapan duka cita atas korban.
- Perusahaan menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama, telah berkoordinasi dengan pihak berwenang, dan mendukung penuh proses investigasi insiden tersebut.
- Kecelakaan bermula dari taksi Green SM yang tertemper kereta di JPL 85 hingga memicu tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, menewaskan lima orang serta puluhan luka-luka.
Jakarta, IDN Times – Pasca-insiden tabrakan maut kereta commuter line (KRL) dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, perusahaan taksi Green SM Indonesia buka suara melalui pernyataan resmi.
Dalam keterangan tertulisnya, Green SM Indonesia menyampaikan perhatian atas insiden yang terjadi di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan operasional mereka dengan kereta yang melintas.
Namun, dalam pernyataan tersebut, tidak terdapat ucapan duka cita atas terjadinya insiden kecelakaan yang memakan korban jiwa dan luka-luka itu.
“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis manajemen dikutip akun media sosial @id.greensm, Selasa (28/5/2027).
Green SM juga menyebut telah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.
Selain itu, perusahaan menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama serta komitmen menjaga standar operasional dan pengawasan layanan.
Sementara itu, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika sebuah taksi Green SM diduga tertemper kereta di perlintasan JPL 85. Insiden ini diduga memicu gangguan operasional yang kemudian berujung pada kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur.
“Kejadian ini di jam kurang lebih pukul 21.00 WIB, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur agak terganggu,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Hingga Selasa pukul 05.09 WIB proses evakuasi korban masih berlangsung. Berdasarkan catatan KAI, terdapat lima korban tewas yang telah dievakuasi dan 79 orang mendapat perawatan.
Sementara itu, hingga saat ini masih ada sejumlah korban terhimpit di gerbong KRL. Bobby menyebut jumlahnya sekitar tiga atau empat orang yang merupakan wanita dewasa.












