Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO di Kasus PRT Benhil

Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO di Kasus PRT Benhil
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Polisi menyelidiki dugaan penyekapan, TPPO, dan eksploitasi anak terkait kematian PRT yang melompat dari lantai empat kos majikan di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.
  • Penyidik telah menyita rekaman CCTV, menunggu hasil visum autopsi, serta memeriksa sembilan saksi termasuk penjaga kos, sopir, penyalur, pemberi kerja, dan korban selamat.
  • Dua PRT diduga melompat karena tidak betah bekerja; satu tewas dan satu luka patah tangan, sementara korban selamat mengaku majikannya bersikap galak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Polisi tengah mendalami dugaan penyekapan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi terhadap anak dalam kasus meninggalnya pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat kos milik sang majikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, pendalaman unsur pidana itu dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

1. Polisi telah menyita CCTV dan memeriksa saksi-saksi

Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO di Kasus PRT Benhil
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Budi mengatakan, saat ini penyidik telah menyita rekaman CCTV dan masih menunggu hasil visum dari autopsi yang dilakukan kepada para korban.

Dalam kasus ini, penyidik juga telah memeriksa total sembilan orang saksi mulai dari penjaga kos, sopir, penyalur, pemberi kerja hingga korban yang selamat.

"Soal informasi adanya pihak yang diamankan saat ini masih proses pendalaman dan akan kami sampaikan lebih lanjut secara resmi sesuai perkembangan penyidikan," ujar dia.

2. Dua PRT lompat dari lantai empat

Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO di Kasus PRT Benhil
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Diberitakan, dua PRT melompat dari lantai empat sebuah indekos di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam. Salah satu PRT yang masih berusia 15 tahun dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Dari hasil pendalaman sementara, diduga dua PRT itu nekat melompat lantaran tidak betah bekerja dan ingin kabur.

"Orang itu katanya gak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai empat. Satu meninggal, satu patah tangan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra kepada jurnalis, Kamis (23/4/2026).

3. Korban selamat mengaku tak betah

Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO di Kasus PRT Benhil
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Berdasarkan keterangan korban selamat, mereka mengaku tak betah lantaran majikannya galak. Namun, kata Roby, hal ini masih perlu dilakukan pendalaman.

"Iya, galak, galak. Begitulah, sadis lah, galak. Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More