Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

17 Korban Kecelakaan Kereta Masih Dirawat, 3 Orang Jalani Operasi

17 Korban Kecelakaan Kereta Masih Dirawat, 3 Orang Jalani Operasi
RSUD Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya Sih
  • Sebanyak 17 korban luka kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih dirawat di RSUD Kota Bekasi, dengan tiga pasien menjalani operasi akibat cedera serius.
  • Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD menjelaskan sebagian pasien mengalami nyeri dan patah tulang, sementara masa observasi pascaoperasi bisa mencapai sepuluh hari.
  • Kecelakaan terjadi saat KRL Cikarang menabrak taksi di pelintasan tanpa palang pintu, lalu ditabrak Kereta Argo Bromo Anggrek, menewaskan 16 orang dan melukai 91 lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bekasi, IDN Times - Sebanyak 17 orang korban luka-luka akibat kecelakaan kereta antara Commuterline dengan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman menyampaikan, sebanyak 3 dari 17 orang yang menjalani perawatan harus dilakukan tindakan operasi.

"Sisanya 17 (pasien). Ada 11 warga Kabupaten Bekasi. Kondisinya hari ini ada 3 yang dioperasi," kata Sudirman.

Dia menjelaskan, tindakan operasi terhadap tiga orang dilakukan lantaran adanya cidera pada beberapa bagian tubuh pasien.

"Ada organ tubuh yang, tadi ada yang ini tendon ya, perut tendon sih nggak terlalu vital, telunjuk jari, kemudian dua lagi saya kurang hafal ya, datanya masih di ruangnya," ungkap Sudirman.

Dia mengatakan, terdapat juga pasien yang masih dalam tahap observasi pasca dilakukan tindakan operasi.

"Kalau yang pasca operasi biasanya bisa sampai 1 minggu, sampai 10 hari gitu kan. Tapi kalau observasi tanpa operasi biasanya sekitar 5 hari lah. 5 hari sampai 1 minggu," ujarnya.

Sudirman juga menambahkan, kebanyakan korban mengalami keluhan nyeri pada sejumlah bagian tubuh akibat benturan saat kecelakaan terjadi.

"Ya rata-rata nyeri ya, nyeri pada organ-organ tubuh, termasuk yang patah tulang, kemudian pada wajah, ada juga yang pada perut, ada yang pada tulang juga," beber Sudirman.

Diketahui, tabrakan maut antar kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang berada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju.

Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya hingga kecelakaan tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More