Revitalisasi Sekolah 2026: Rp14 T untuk 11.744 Sekolah

- Pemerintah menyiapkan Rp14 triliun untuk merevitalisasi 11.744 sekolah pada 2026, dengan fokus utama di wilayah terdampak bencana, daerah 3T, dan sekolah rusak berat.
- Tahap verifikasi dan validasi masih berlangsung sebelum pelaksanaan penuh dimulai, namun beberapa proyek seperti pembangunan ulang sekolah di Sulawesi Utara sudah berjalan.
- Pemerintah juga menyalurkan Rp2 miliar untuk perbaikan sekolah di Papua serta melakukan kunjungan ke berbagai daerah guna memastikan revitalisasi berjalan sesuai arahan Presiden.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan program revitalisasi sekolah tetap berlanjut pada 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan anggaran sebesar Rp14 triliun telah disiapkan untuk memperbaiki 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah terdampak bencana, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.
Mu'ti mengungkapkan, capaian revitalisasi pada 2025 telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sejumlah proyek bahkan telah ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Cilacap.
“Beliau juga sudah melihat langsung bagaimana pelaksanaan revitalisasi yang alhamdulillah menurut penilaian beliau juga sangat baik,” ujar Mu'ti di Gedung PMK Kamis (30/4/2026).
1. Pembangunan sekolah prioritas wilayah 3T

Pemerintah menetapkan prioritas utama revitalisasi pada 2026 untuk sekolah terdampak bencana, khususnya di Sumatera dan sejumlah wilayah lain. Selain itu, sekolah di daerah 3T dan bangunan dengan kerusakan berat juga menjadi fokus utama.
"Kita alokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan dengan prioritas pertama di sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Sumatera, juga di wilayah lain di Indonesia. Yang kedua, sekolah-sekolah di daerah 3T. Yang ketiga, sekolah yang rusak berat," ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses pendidikan yang layak, sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas infrastruktur antarwilayah.
2. Pemerintah masih lakukan verifikasi

Mu'ti menegaskan, saat ini pemerintah masih melakukan tahap verifikasi dan validasi sebelum pelaksanaan penuh program dimulai. Meski demikian, beberapa proyek sudah lebih dulu berjalan di lapangan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan ulang sekolah di Sulawesi Utara yang sempat viral karena kondisinya memprihatinkan.
"Sudah kita berikan arahan umumnya, tinggal nanti pelaksanaannya setelah semuanya verifikasi dan validasi. Beberapa sudah mulai, termasuk yang di Sulawesi Utara, yang di SD yang sempat viral itu saya sudah peletakan batu pertama, nanti kita rehab total, kita bangun total," ujarnya.
3. Siapkan Rp2 miliar untuk Papua

Selain fokus nasional, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah timur Indonesia. Bantuan sebesar Rp2 miliar telah disalurkan untuk mendukung perbaikan sekolah di Papua.
Mu'ti dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, termasuk Nusa Tenggara Timur. Ia juga akan meninjau langsung kondisi sekolah rusak berat di Bangkalan.
“Jadi kami konsisten untuk revitalisasi ini dilaksanakan sesuai arahan Bapak Presiden, tetap menggunakan swakelola,” katanya.

















