Sopir Taksi Baru 2 Hari Bekerja di Green SM Sebelum Kecelakaan Kereta

- Polres Bekasi Kota memeriksa sopir taksi Green SM berinisial RRP dua kali terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, namun statusnya masih sebagai saksi.
- RRP diketahui baru bekerja dua hari di perusahaan taksi listrik asal Vietnam dan hanya menjalani pelatihan dasar selama satu hari sebelum insiden terjadi.
- Kecelakaan maut antara KRL relasi Bekasi-Cikarang dan taksi Green SM yang mogok di perlintasan Bulak Kapal menewaskan 16 orang pada Senin malam, 27 April 2026.
Jakarta, IDN Times - Polres Bekasi Kota telah memeriksa sopir taksi Green SM berinisial RRP terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. RRP hingga saat ini masih berstatus saksi meski telah diperiksa sebanyak dua kali pada Salasa (28/4/2026) dan Rabu (29/4/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, RRP baru bekerja di perusahaan taksi listrik asal Vietnam itu selama dua hari sebelum terlibat kecelakaan kereta pada Senin (27/4/2026).
“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
RRP juga mengaku baru menjalankan pelatihan selama satu hari. Pelatihan itu terkait pengenalan dasar mengenai taksi listrik yang akan ia kendarai.
“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” ujar Budi.
Sebanyak 16 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta Api Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Insiden kecelakaan bermula ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak taksi Green SM yang mogok di perlintasan rel Bulak Kapal, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

















