Adu Banteng Transjakarta di Jalur Langit: 2 Penumpang Patah Tulang

- Dua bus Transjakarta bertabrakan di Jalur Langit Halte Cipulir, Jakarta Selatan, menyebabkan 24 penumpang terluka tanpa korban jiwa.
- Dua orang mengalami patah tulang dan dirawat di RS Sari Asih Ciledug, sementara evakuasi kedua bus masih berlangsung.
- Kecelakaan terjadi karena sopir bernama Yayan tertidur saat mengemudi hingga masuk ke jalur berlawanan dan menabrak bus lain.
Jakarta, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat terdapat 24 korban adu banteng Transjakarta di Jalur Langit Halte Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani menjelaskan, semua korban saat ini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih dan Bakti Mulya Slipi.
"Sebanyak dua orang di antaranya mengalami patah tulang dirawat di RS Sari Asih Ciledug. Korban meninggal dunia tidak ada, evakuasi dua bus yang terlibat laka sedang dilakukan," ujarnya kepada IDN Times.
Tabrakan di Koridor 13 ini melibatkan Transjakarta B 7136 SGA dari arah Kebayoran-Cipulir dikemudikan oleh Yayan. Sementara itu, Transjakarta B 7353 TGC rute sebaliknya dikemudikan Arfan Sukoco.
"Yayan mengakui tertidur saat mengemudi, akibatnya kendaraannya masuk jalur yang berlawanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng," ujar Ojo.
Adapun seluruh korban merupakan penumpang dari Transjakarta rute Cipulir-Kebayoran.
"Bus yang dikemudikan Yayan tidak membawa penumpang," ujar Ojo.
















