Basarnas Kerahkan Unit Khusus Selam Cari Penumpang Kapal Virgo

- Basarnas mengerahkan tim penyelam khusus, Kopaska TNI AL, dan drone laut untuk mencari 129 penumpang yang hilang dari kapal Virgo Transport 8 yang terbalik namun masih terapung.
- Operasi SAR hari kedua melibatkan 622 personel, 17 kapal, lima pesawat, serta pencarian di enam sektor. Enam rumah sakit disiapkan untuk menangani korban.
- Dari 243 orang di kapal rute Surabaya-Banjarmasin, 108 selamat dan enam meninggal. Menteri Perhubungan memprioritaskan evakuasi, sementara penyebab kecelakaan diselidiki KNKT.
Jakarta, IDN Times - Badan SAR Nasional (Basarnas) akan mengerahkan unit khusus yang mampu melakukan penyelaman bawah laut untuk mencari 129 penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang masih hilang. Sebab, keadaan kapal pengangkut penumpang itu kini dalam keadaan terbalik meskipun belum tenggelam. Tim itu juga akan diperkuat oleh prajurit khusus Kopaska dari TNI Angkatan Laut (AL).
"Kondisi kapal kini dalam keadaan terbalik, tertelungkup, dan masih terapung. Kami akan mengerahkan kekuatan-kekuatan yang memiliki kemampuan khusus. Dari Badan SAR Nasional sendiri, kami akan melibatkan Basarnas Special Group yang memiliki kemampuan (penyelaman) under water," kata Kabasarnas, Marsekal Madya TNI Mohamman Syafii, di dalam keterangan, Senin (14/9/2026).
"Potensi dari TNI AL, yaitu Kopaska, tim penyelam dari TNI AL, bahkan kami akan mengoperasikan drone laut yang dimiliki oleh TNI AL," kata dia.
Dia berharap, operasi evakuasi korban pada hari kedua bisa berjalan lebih efektif dan mempercepat pencarian. Selain itu, tim gabungan Basarnas akan melakukan pencarian korban di enam sektor.
"Kami akan memprioritaskan pencarian korban yang terapung. Mudah-mudahan kami bisa menemukan korban-korban dalam keadaan selamat," ujar dia.
1. Sebanyak 622 personel terlibat dalam misi SAR KM Virgo Transport 8

Kapal Virgo Transport 8 (Dok. vesselfinder.com) Syafii mengatakan, total ada 622 personel SAR gabungan yang terlibat dalam misi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang memasuki hari kedua. Ratusan personel itu berasal dari Basarnas, TNI, kepolisian, dan sejumlah kementerian serta lembaga. Termasuk personel dari Kementerian Perhubungan.
Selain itu, Syafii juga menyebut terdapat enam rumah sakit yang menjadi rujukan untuk penanganan korban KM Virgo Transport 8.
"Pemda juga terus mendukung penuh dalam operasi ini," kata dia.
Basarnas juga mengoperasikan lima jenis pesawat yakni Helikopter HR-3610, helikopter milik TNI AL jenis Dolphin 3103, pesawat CN-235 milik TNI AL, pesawat dari kepolisian jenis Dolphin dan pesawat Cessna Caravan milikl Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kami juga mengerahkan alutsista dari unsur laut. Ada 17 kapal yang dikerahkan," ujar dia.
2. Tim gabungan Basarnas masih harus mencari 129 penumpang yang hilang

Warga mengamati data kecelakaan Kapal Motor Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang ditampilkan Basarnas Kelas A Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz Berdasarkan keterangan dari Basarnas, Kapal Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang yang terdiri dari 213 penumpang dan 30 kru. Kapal itu berlayar dari Surabaya menuju ke Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026.
"Dari 243 korban, telah terevakuasi sebanyak 108 korban dalam kondisi selamat dan 6 korban dalam kondisi meninggal dunia sehingga korban yang dilaporkan masih dalam pencarian 129 penumpang," kata Syafii.
3. Menhub menyerahkan kepada KNKT untuk cari penyebab kapal terbalik

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) berbincang dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kanan) saat memberikan keterangan pada konferensi pers terkait kecelakaan kapal motor penumpang Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma Sementara, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Dia berharap, bisa sebanyak mungkin mengevakuasi penumpang dalam keadaan selamat.
"Prioritas kami saat ini adalah mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang beserta awak kapal KMP Virgo Transport 8," ujar Dudy, Minggu (13/9/2026) di Jakarta.
Dudy turut menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan KMP Virgo Transport 8 serta mendoakan korban meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Dia juga berharap para korban selamat segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala setelah mendapatkan penanganan serta pertolongan dari seluruh pihak terkait.
"Atas nama pemerintah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi ini. Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada korban selamat, saya berharap dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala," kata dia.
Dia meminta, penumpang yang telah berhasil ditemukan segera mendapatkan pertolongan semaksimal mungkin. Sementara, terkait penyebab kecelakaan, Dudy menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dia juga meminta seluruh pihak bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk bekerja secara profesional, independen, dan berbasis fakta.
“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” kata dia.



















