Petugas Damkar Depok Dapat Teror usai Buat Konten Satire Helm

- Petugas damkar Depok, Khairul Umam, mendapat teror setelah mengunggah konten satire di Instagram tentang fungsi helm sebagai alat pelindung diri.
- Konten tersebut viral dengan jutaan penonton dan dikaitkan warganet dengan kasus meninggalnya pelajar MTsN di Maluku akibat hantaman helm Brimob.
- Umam mengaku peneror mengetahui identitas keluarganya dan terus mengirim ancaman lewat berbagai media sosial, namun ia tetap aktif membuat konten.
Jakarta, IDN Times - Petugas pemadam kebakaran (damkar) Depok, Khairul Umam mengaku mendapat teror dari orang tidak dikenal. Teror itu terus bermunculan usai dirinya membuat dan mengunggah konten satire membahas helm sebagai alat pelindung diri (APD).
Dalam konten berjudul ‘Day 1 Ngenalin Fungsi APD’ tersebut, Umam pada akun instagram @xkhairulumam menjelaskan fungsi helm sebagai APD.
Ia menegaskan, fungsi helm bukan untuk hal lain, termasuk melukai kepala warga. Dalam unggahan yang sama, dia menyertakan caption ‘takutnya lupa sama fungsinya’.
Video tersebut disukai oleh lebih dari 252 ribu pengguna Instagram. Juga sudah ditonton oleh lebih dari 3 juta orang.
Pada kolom komentar, banyak warganet mengaitkan konten tersebut dengan peristiwa seorang pelajar MTsN di Tual, Maluku bernama Arianto Tawakal meninggal dunia akibat hantaman helm milik personel Brimob Polri.
Tidak lama setelah beredarnya konten tersebut, Umam membuat unggahan lain. Dia mengaku sudah mendapat teror dari orang tidak dikenal. Pelaku teror bahkan mengetahui alamat tempat tinggalnya.
Tidak hanya itu, peneror juga mengetahui nama ibu dan ayah Umam. Dalam unggahan tersebut, Umam turut menyertakan riwayat percakapan dengan peneror bernomor ponsel 0881011741925.
”Jadi setelah konten gua yang day 1 ngenalin fungsi apd itu banyak banget teror bahkan udah sampe WA nih ges. Dan gua juga belom tau siapa ini orang,” tulis Umam.
Tidak hanya kepada dirinya, Umam menyatakan teror juga sampai kepada orang di sekitarnya. Menurut dia, pelaku teror mengaku sebagai cat warior.
Namun demikian, dia juga tidak tahu pasti dalang di balik teror yang mengarah kepada dirinya. Dia juga belum mengetahui motif di balik teror tersebut.
”Ngakunya si cat warior gitu tapi gua gatau valid apa kaga dan sampe saat ini pun gua belom tau motifnya apa dan ini tuh siapa si. Wkwk,” tulisnya.
Meski terus mendapat teror, Umam tetap membuat konten seperti biasanya. Dia mengunggah feed maupun story. Termasuk membagikan beberapa riwayat percakapan bernada teror yang menimpa dirinya.
Bukan hanya di Instagram, dia mengaku teror bermunculan melalui media sosial lain seperti TikTok. Termasuk diantaranya ancaman hack.
















