BMKG Catat Gempa Susulan Maluku Mencapai 1.242 Kali

- BMKG mencatat total 1.242 gempa susulan di Maluku hingga 7 April 2026, dengan tren aktivitas seismik yang mulai menurun secara bertahap.
- Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 di antaranya dirasakan langsung oleh warga Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
- Gempa utama bermagnitudo 7,6 dipicu mekanisme sesar oblique-reverse akibat interaksi dua zona subduksi berlawanan arah dan sempat memicu tsunami lokal berskala kecil.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah gempa susulan pascagempa utama di wilayah Maluku mencapai 1.242 kali hingga Selasa (7/4/2026) pukul 06.00 WIB.
Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan berdasarkan analisis peluruhan gempa susulan, tren aktivitas seismik menunjukkan penurunan secara bertahap.
"Berdasarkan analisa peluruhan gempa susulan, trend harian mulai menurun," kata Rahmat dalam keterangannya, pagi ini.
1. Sebanyak 24 gempa dirasakan langsung masyarakat

Dari total tersebut, sebanyak 24 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Meski demikian, BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
2. Potensi gempa dirasakan dua hingga tiga pekan

Rahmat menyebut potensi gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga tiga pekan setelah gempa utama terjadi.
"Diperkirakan gempa susulan akan berakhir dua hingga tiga pekan setelah gempa utama. Selama dua hingga tiga pekan masih ada potensi gempa-gempa susulan yang berdampak dirasakan di Malut dan Sulut," ujarnya.
3. Dipicu zona subduksi ganda

Gempa berkekuatan M 7,6 mengguncang Laut Maluku pada Kamis (2/4/2026), dengan pusat sekitar 126 km barat laut Ternate dan kedalaman 30-35 kilometer.
Analisis menunjukkan gempa dipicu mekanisme sesar oblique-reverse di dalam lempeng akibat interaksi dua sistem subduksi yang saling menunjam dari arah berlawanan.
Peristiwa ini memicu tsunami lokal berskala kecil, dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.


















