Gempa M7,0 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik M7,0 mengguncang Kepulauan Vanuatu pada 24 Oktober 2026 pukul 09.31 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer dan episenter sekitar 500 kilometer barat laut Port Vila.
BMKG menyatakan pemodelan tsunami menunjukkan gempa di laut tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Gempa dangkal ini dipicu aktivitas penyesaran outer-rise dekat Palung New Hebrides dengan mekanisme normal fault; hingga pukul 10.00 WIB, tercatat satu susulan M6,3.
1. Tidak berpotensi tsunami di Indonesia

Ilustrasi tsunami (pexels.com/Sasha Sha) BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Episentrum gempa berada di laut pada koordinat 14,00 derajat lintang selatan dan 165,80 derajat bujur timur. Lokasinya sekitar 500 kilometer barat laut Port Vila, Vanuatu.
2. Gempa dipicu aktivitas penyeseran

ilustrasi gempa bumi (pixabay.com/Tumisu) Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas penyesaran di zona outer-rise, dekat Palung New Hebrides (New Hebrides Trench).
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
3. BMKG mencatat satu gempa susulan bermagnitudo 6,3

Ilustrasi Kantor BMKG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula) Hingga pukul 10.00 WIB pada Sabtu (24/10/2026), BMKG mencatat satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 6,3.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diharapkan merujuk pada informasi resmi dari BMKG untuk memperoleh perkembangan terkini terkait aktivitas gempa bumi tersebut.




















