TOP 5: Deforestasi Naik hingga Fenomena Hunter’s Moon 26 Oktober

- Forest Watch Indonesia mencatat deforestasi 2024–2025 naik 37 persen, dengan kehilangan sekitar 1,06 juta hektare hutan alam; 40 persen terjadi di area konsesi.
- BMKG mengajak warga menyaksikan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026, sementara Pemprov DKI dan BMKG menjalankan modifikasi cuaca 21–25 Oktober untuk mendukung acara serta mitigasi polusi.
- Polda Metro menyoroti pusat peredaran narkoba dan perlunya pemutusan jaringan, sedangkan Prancis mengerahkan 70.000 personel untuk mengamankan demonstrasi lanjutan.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah berita menarik ditayangkan di kanal News IDN Times pada Sabtu (24/10/2026), mulai dari meningkatnya deforestasi di Indonesia, fenomena Hunter’s Moon yang akan menghiasi langit pada 26 Oktober, hingga langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan modifikasi cuaca. #BeritaHariIni
Selain isu lingkungan dan fenomena astronomi, perkembangan penanganan peredaran narkoba di Jakarta juga menjadi sorotan. Kapolda Metro Jaya mengungkap persoalan kawasan yang menjadi pusat peredaran narkoba, sekaligus menyoroti pentingnya langkah penanganan yang lebih menyeluruh.
Dari mancanegara, pemerintah Prancis mengerahkan puluhan ribu personel keamanan untuk mengantisipasi demonstrasi lanjutan di tengah gelombang protes masyarakat. Berikut rangkuman lima berita yang dapat menjadi pilihan bacaan untuk mengikuti perkembangan informasi terkini.
1. Forest Watch Indonesia: Deforestasi di Indonesia Meningkat 37 Persen
Forest Watch Indonesia (FWI) mencatat deforestasi di Indonesia meningkat 37 persen pada periode 2024–2025 dibandingkan periode sebelumnya. Indonesia kehilangan sekitar 1,06 juta hektare hutan alam, dari total tutupan hutan alam yang tercatat mencapai 88,43 juta hektare.
Juru Kampanye FWI, Agung Ady Setiyawan, mengungkapkan sekitar 40 persen deforestasi nasional terjadi di dalam konsesi kehutanan, perkebunan, dan pertambangan. Sekitar 160 ribu hektare di antaranya berada di Papua.
2. Fenomena Hunter’s Moon 26 Oktober, Indah tapi Waspada Air Laut Naik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat menyaksikan fenomena Bulan Pemburu atau Hunter’s Moon pada Senin, 26 Oktober 2026. Fenomena ini merupakan istilah tradisional untuk bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon dan tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa.
Di Jakarta, Bulan diperkirakan terbit dari arah timur pada pukul 17.53 WIB dan mencapai posisi tertinggi pada pukul 23.58 WIB. BMKG menyebut waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai pukul 20.00 WIB.
3. DKI Gandeng BMKG Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Event Akhir Pekan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 21–25 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran berbagai kegiatan akhir pekan di ibu kota sekaligus membantu mitigasi polusi udara.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan operasi tersebut bertujuan mendukung penurunan polusi udara yang berpotensi mengganggu penyelenggaraan acara di Jakarta.
4. Kapolda Metro Ungkap 3 Pusat Peredaran Narkoba di Jakarta
Persoalan peredaran narkoba di sejumlah kawasan Jakarta menjadi perhatian Polda Metro Jaya. Penanganan kawasan rawan narkotika tidak hanya membutuhkan penindakan terhadap pelaku, tetapi juga pemetaan lokasi peredaran dan upaya memutus jaringan yang memasok barang terlarang tersebut.
Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi salah satu kawasan yang disorot dalam upaya pemberantasan narkoba. Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya juga menggelar penggerebekan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos pada 9 Oktober 2026.
5. Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Amankan Demo, Kendaraan Lapis Baja Disiagakan
Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan gendarmerie untuk mengamankan demonstrasi lanjutan pada Sabtu (24/10/2026). Pengerahan tersebut dilakukan di tengah meluasnya gelombang protes yang bermula dari tuntutan terkait pendidikan dan kemudian berkembang akibat kenaikan harga kebutuhan hidup.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengumumkan pengerahan personel tersebut pada Jumat (23/10/2026). Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa unit elite kepolisian dan gendarmerie, helikopter, drone, kendaraan lapis baja, serta meriam air.



















