Cek Fakta: Ada 70 Ribu Motor Listrik untuk Program MBG?

- Video motor listrik berlogo BGN viral dan dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis, memicu perdebatan soal prioritas anggaran negara.
- Data pengadaan 2025 menunjukkan BGN mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun untuk pembelian motor listrik Emmo Mobility melalui e-Katalog pemerintah.
- Kepala BGN menegaskan pengadaan 21.801 unit motor listrik masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara dan bukan sebanyak 70.000 unit seperti klaim yang beredar.
Jakarta, IDN Times – Video yang menampilkan deretan sepeda motor listrik dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, kendaraan tersebut siap dikirim untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto, bahkan diklaim jumlah pengadaannya mencapai 70 ribu unit.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak BGN. Lantas, seperti apa faktanya?
1. Video motor listrik berlogo BGN viral di media sosial

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah motor listrik berderet dengan logo BGN di badan kendaraan. Narasi dalam unggahan menyebut motor tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional program MBG.
Dari unggahan yang tersebar di platform X, ada pengunggah mempertanyakan nasib guru honorer karena dinilai diabaikan. Unggahan itu juga memunculkan kritik terkait prioritas belanja negara, termasuk kemungkinan adanya proyek lanjutan.
2. Anggaran pengadaan diklaim mencapai Rp1,2 triliun

Data pengadaan 2025 yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menunjukkan Badan Gizi Nasional mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun untuk pembelian sepeda motor listrik, di luar ongkos kirim. Pengadaan dilakukan melalui e-Katalog 6.0 dari Yasa Artha Trimanunggal yang menawarkan produk Emmo Mobility.
Melansir dari Instagram emmo.mobility, kantor berada di Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan alamat yang sama dengan PT Kaisar Motorindo Industri.
3. BGN beri klarifikasi soal pengadaan motor listrik

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dia memastikan kendaraan tersebut belum didistribusikan karena masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," ujarnya.
4. Bantah klaim pengadaan buat 70 ribu unit

Dadan juga membantah klaim yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit.
"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan pada 2025," kata Dadan.
Dia meminta masyarakat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan di seluruh Indonesia.



















