Trump Klaim Hasilkan Kesepakatan Dagang Fantastis dengan Xi Jinping

- Donald Trump mengklaim mencapai kesepakatan dagang fantastis dengan Xi Jinping, mencakup potensi pembelian minyak, kedelai, dan 200 pesawat Boeing oleh China.
- Pertemuan di Beijing berlangsung penuh simbol politik dan seremoni kenegaraan, menandakan upaya memperbaiki hubungan bilateral meski hasil konkret belum terlihat.
- Pasar Asia bergerak hati-hati menunggu hasil nyata dari pembicaraan Trump-Xi karena kesepakatan besar yang bersifat struktural belum diumumkan hingga hari kedua pertemuan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah mencapai sejumlah kesepakatan dagang fantastis dengan Presiden China Xi Jinping dalam hari kedua pertemuan tingkat tinggi kedua negara di Beijing, Jumat (15/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri agenda kunjungan di kompleks kepemimpinan pusat China, Zhongnanhai. Di tengah pembicaraan yang masih berlangsung, Trump menyebut hasil awal pertemuan membawa dampak positif bagi Washington maupun Beijing.
“Banyak hal baik yang dihasilkan dari pertemuan ini. Kami membuat beberapa kesepakatan dagang yang fantastis, sangat baik untuk kedua negara,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang dimaksud. Sejauh ini, pembahasan antara kedua negara masih berfokus pada perdagangan, investasi, teknologi, hingga akses pasar di tengah hubungan ekonomi yang selama beberapa tahun terakhir diwarnai ketegangan tarif dan persaingan industri strategis.
Salah satu isu yang mulai mencuat adalah potensi pembelian produk energi dan pertanian Amerika Serikat (AS) oleh China, termasuk minyak dan kedelai. Trump juga mengungkapkan adanya kesepakatan pembelian pesawat Boeing oleh Beijing.
Pasar Asia sendiri bergerak hati-hati menanti hasil konkret dari pembicaraan kedua pemimpin. Investor masih memantau apakah pertemuan di Beijing akan menghasilkan terobosan besar atau sekadar memperpanjang gencatan sementara perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu.
1. China disebut akan beli minyak dan kedelai AS

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan, China telah menyatakan minat membeli lebih banyak minyak dan kedelai dari Amerika Serikat. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dagang kedua negara.
“China setuju mereka ingin membeli minyak dan lebih banyak kedelai dari Washington,” kata Trump, dikutip dari Channel News Asia.
Pembelian produk pertanian selama ini menjadi salah satu perhatian utama Washington, terutama karena petani Amerika sempat terdampak pembatasan perdagangan dan tarif balasan China dalam beberapa tahun terakhir.
Selain sektor pertanian dan energi, Trump juga mengatakan, Beijing telah menyepakati pembelian 200 pesawat Boeing buatan Amerika Serikat. Jika terealisasi, pembelian itu akan menjadi transaksi pertama China untuk pesawat komersial Boeing dalam hampir satu dekade terakhir.
Namun angka tersebut dinilai lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan China bisa memesan hingga sekitar 500 pesawat. Setelah pernyataan Trump disiarkan, saham Boeing justru tercatat turun lebih dari 4 persen.
2. Pertemuan Trump-Xi sarat simbol politik

Hari pertama pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing berlangsung dengan penuh seremoni kenegaraan. Kedua pemimpin menghadiri jamuan resmi dan berbagai agenda simbolik yang menunjukkan upaya memperbaiki hubungan bilateral.
Meski suasana pertemuan terlihat hangat, pelaku pasar masih menunggu hasil konkret dari pembicaraan tersebut, terutama terkait tarif perdagangan, akses teknologi, dan investasi.
Analis SPI Asset Management Stephen Innes menilai pertemuan itu lebih banyak menampilkan simbol stabilitas dibanding penyelesaian menyeluruh atas persoalan ekonomi kedua negara.
“Hari pertama berlangsung seperti jamuan kenegaraan yang dikoreografikan dengan sangat rapi, disajikan di atas porselen mewah, sementara para pelaku pasar diam-diam memeriksa retakan di bawah meja. Dari sisi simbolisme, ini jelas konstruktif,” ujar Innes.
Namun, ia menilai pasar memahami perbedaan antara stabilisasi hubungan dan penyelesaian masalah secara permanen.
“KTT ini terasa bukan seperti perjanjian damai, melainkan seperti para insinyur yang sedang memperkuat jembatan gantung di tengah badai,” katanya.
3. Investor tunggu hasil nyata dari Beijing

Sejumlah pasar saham Asia bergerak dalam rentang sempit selama pembicaraan Trump dan Xi berlangsung. Investor masih berhati-hati sambil menunggu apakah kedua negara benar-benar mencapai kesepakatan besar.
Di tengah ketidakpastian itu, saham-saham teknologi berbasis akal imitasi atau AI di Korea Selatan justru mengalami penguatan hingga mendorong pasar Seoul mencetak rekor baru.
Hubungan dagang Amerika Serikat dan China sendiri menjadi perhatian global karena berdampak langsung terhadap rantai pasok internasional, sektor teknologi, hingga stabilitas ekonomi dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara terlibat perang tarif, pembatasan ekspor teknologi, dan persaingan di bidang semikonduktor serta AI.
Pertemuan di Beijing diharapkan dapat menjaga stabilitas hubungan ekonomi kedua negara, meski hingga hari kedua pembicaraan belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan perdagangan besar yang bersifat struktural.

















