Dapur MBG Wajib Sertifikasi, Wamenkes: Yang Belum Layak Harus Perbaiki

- 4.535 SPPG telah lulus sertifikasi
- Kemenkes melakukan pengawasan standar keamanan pangan di dapur SPPG
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan sertifikasi layak higienis bagi seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Oktavianus atau yang akrab disapa Dokter Benny mengatakan, bagi dapur yang belum memenuhi standar harus diperbaiki terlebih dahulu.
“Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan perbaikan terlebih dahulu demi menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat,” ujar Benny dikutip dari keterangan pers, Jumat (9/1/2026).
1. Sudah ada 4.535 SPPG yang telah dinyatakan lulus

Kemenkes mencatat, hingga saat ini sebanyak 4.535 SPPG telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat tersebut. Benny menjelaskan, kelulusan ini didasari oleh seluruh proses, mulai dari kebersihan dapur, pengolahan makanan, hingga pemeriksaan laboratorium, telah melalui tahapan evaluasi menyeluruh oleh Kemenkes.
Dia mengatakan, tidak semua dapur dapat langsung memperoleh sertifikat jika belum memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan.
2. Peran utama Kemenkes dalam pengawasan MBG

Benny mengatakan, peran utama Kemenkes dalam program MBG adalah melakukan pengawasan terhadap standar keamanan pangan di dapur-dapur SPPG.
“Jadi kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,” kata dia.
Pengawasan ini, kata dia, dilaksanakan melalui kerja sama dengan dinas kesehatan di daerah untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan.
3. Kemenkes klaim akan pastikan 55,1 juta penerima manfaat mendapat makanan yang bergizi

Sementara, melalui pengawasan dan sertifikasi tersebut, Kemenkes mengklaim akan pastikan 55,1 juta penerima manfaat per hari, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, mendapatkan makanan yang aman dan bergizi.
Capaian tersebut, kata Benny, merupakan langkah penting dalam perjalanan program.
“Kalau kita melihat angka-angka pelayanan hari ini 55,1 juta, baik anak sekolah maupun ibu-ibu hamil, ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta target daripada MBG ini,” ucap dia.

















