Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ancaman Penyakit Menular Pascabanjir, Kemenkes Fokus Imunisasi Campak

Kementrian Kesehatan waspadai penyakit menular pascabanjir (dok. Kemenkes)
Kementrian Kesehatan waspadai penyakit menular pascabanjir (dok. Kemenkes)
Intinya sih...
  • Pelaksanaan program imunisasi campak dilakukan sebagai langkah pencegahan utama di wilayah pengungsian.
  • Deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas, terutama di lima kabupaten terdampak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewaspadai ancaman penyakit menular di berbagai lokasi pengungsian yang masih menampung ratusan ribu korban bencana. Kewaspadaan ini terutama diarahkan pada potensi penyebaran penyakit campak.

“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut campak,” kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari keterangan pers, Jumat, (9/1/2026).

1. Pelaksanaan program imunisasi campak

Ilustrasi imunisasi untuk anak.
Ilustrasi imunisasi untuk anak. (freepik.com)

Sebagai langkah pencegahan utama, Budi mengatakan, pemerintah telah menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi kasus.

“Kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini,” kata Budi.

Imunisasi difokuskan pada anak-anak di wilayah pengungsian serta daerah dengan risiko penularan tinggi.

2. Deteksi dini dilakukan untuk cegah penyebaran lebih lanjut

Bakteri berterbangan di udara.
ilustrasi penyakit menular (pexels.com/Daniel Dan)

Sementara, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak.

Budi mengatakan, deteksi dini ini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, mengingat penyakit campak memiliki tingkat penularan yang tinggi dan berbahaya bagi anak-anak.

3. Hasil laporan dari pemantauan harian

Arsip foto - Anak-anak korban bencana mengikuti program pemulihan trauma di Pidie Jaya, Aceh, Selasa (9/12/2025). dok. (ANTARA/HO-Humas BKKBN Aceh)
Arsip foto - Anak-anak korban bencana mengikuti program pemulihan trauma di Pidie Jaya, Aceh, Selasa (9/12/2025). dok. (ANTARA/HO-Humas BKKBN Aceh)

Berdasarkan hasil pemantauan harian, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan diare. Data dari sistem pelaporan ini menjadi dasar penyesuaian distribusi obat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menkes Budi mengatakan, penyesuaian logistik dilakukan berdasarkan kondisi aktual.

“Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Demo soal Ekonomi Meluas, Iran Padamkan Jaringan Internet

09 Jan 2026, 23:10 WIBNews