Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Demo PMII di DPR Bubar, Sebagian Massa Istirahat Sambil Swafoto

Demo PMII di DPR Bubar, Sebagian Massa Istirahat Sambil Swafoto
Massa PMII membubarkan diri, namun sebagian massa masih berada di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026). (IDNTimes/Yosafat Diva Bayu)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mobil komando PMII meninggalkan area depan Gedung DPR RI sekitar pukul 17.40 WIB, namun sejumlah kader masih bertahan di lokasi aksi.
  • Aksi sempat ricuh ketika massa membakar ban dan keranda bambu sebagai simbol protes terhadap pemerintah dan DPR yang dianggap kehilangan nurani.
  • Bentrok terjadi setelah polisi memadamkan api menggunakan APAR, memicu kemarahan massa hingga terjadi saling dorong dan pelemparan botol air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mobil komando demo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meninggalkan titik aksi depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Pantauan IDN Times, mobil bersama sebagian besar massa meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.40 WIB.

Kendati begitu, puluhan kader PMII masih memilih bertahan di depan Gedung DPR. Mereka duduk hingga berswafoto mengabadikan momen.

Puluhan polisi yang bertugas tampak masih berjaga di ruas Jalan Gatot Subroto menuju Slipi. Mereka mengawasi sekelompok mahasiswa PMII yang belum meninggalkan lokasi aksi.

Sebelumnya, demo sempat ricuh sekitar pukul 16.45 WIB. Awalnya, ratusan massa PMII menggelar aksi bakar ban hingga keranda bambu. Aksi ini digelar sebagai bentuk matinya nurani pemerintah dan DPR.

Bersamaan dengan itu, sekelompok massa mulai menutup ruas Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi. Aksi ini sontak membuat aparat kepolisian yang bertugas meminta, agar massa kembali ke barisan karena menimbulkan kemacetan.

Namun, mahasiswa yang tidak terima berdebat dengan polisi, hingga berujung aksi saling dorong. Tak lama berselang, keranda dan ban yang dibakar disemprot dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh polisi berbaju sipil.

Sontak, aksi ini menimbulkan kemarahan massa. Polisi yang memadamkan api langsung jadi target amukan massa. Bahkan saat melarikan diri, massa tetap mengincar polisi tersebut. Bentrok pun semakin memanas. Massa melempari polisi dengan botol air minum dan sejumlah barang lainnya.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, meminta kepada mahasiswa kooperatif dengan mengimbau massa menyampaikan pendapat secara damai.

"Saya minta jangan bakar api. Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan bakar-bakar," kata dia saat debat dengan sejumlah mahasiswa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More