Diadang Aparat, Massa Ojol Debat dengan Polisi saat Menuju DPR

- Ratusan pengemudi ojek online dari arah Slipi menuju DPR RI pada Kamis pagi, tetapi diadang puluhan personel Polsek Johar Baru di atas jembatan.
- Massa ojol dan Kompol Syaiful beradu argumen karena polisi meminta penanggung jawab serta pemberitahuan aksi, sementara massa mendesak jalan dibuka.
- Setelah dijemput massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, ojol bergabung dalam aksi di depan DPR; polisi kemudian kembali memblokade akses dari Slipi.
Jakarta, IDN Times - Ratusan driver ojek online (ojol) dari arah Slipi bergerak menuju DPR RI, Kamis (27/8/2026) pukul 09.56 WIB.
Kehadiran mereka diadang puluhan personel dari Polsek Johar Baru di atas jembatan.
Massa dari ojol dan salah satu komandan pasukan, Kompol Syaiful terlibat adu argumen.
Massa mendesak agar polisi mempersilakan mereka untuk menuju DPR RI.
Namun, polisi meminta perwakilan mereka untuk menjadi penanggungjawab.
“Kalau demonstrasi itu ada aturannya, harus ada pemberitahuan,” kata Syaiful.
“Kami gerak dengan hati pak, mohon buka jalan, kita bayar pajak,” timpal seorang ojol.
Polisi tetap bertahan dan tidak membuka jalan. Polisi kemudian membuka opsi untuk perwakilan ojol agar berkomunikasi dengan elemen masyarakat yang telah mengantongi izin di depan DPR.
“Baik, kalau gitu saya ke sana, mohon ditunggu,” kata seseorang dari massa ojol.
Selama menunggu itu, massa terus mendesak polisi agar membuka jalan. Hingga akhirnya, ratusan orang dari arah DPR menjemput massa ojol pukul 10.06 WIB.
Polisi perlahan membuka blokade, massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menghampiri massa ojol.
“Ini saudara kira semua, ayo masuk,” kata seorang orator dari AMPB.
Massa AMPB dan ojol saling bersalaman dan bergabung dalam aksi di depan DPR. Sementara itu, beberapa ojol lainnya membaw motor mereka melewati blokade.
Pada pukul 10.30 WIB, belasan polisi kembali memblokade jalan dari arah Slipi menuju DPR. Driver ojol terus berdatangan dan memarkirkan kendaraannya di jembatan.


















