Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ditanya Soal Akta Kelahiran, Jokowi Ungkap Pernah Ganti Nama

1 min read
Ditanya Soal Akta Kelahiran, Jokowi Ungkap Pernah Ganti Nama
Jokowi saat menghadiri persidangan ijazah palsu di PN Jaktim, Kamis (5/11/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Jokowi mengungkap pernah bernama Mulyono saat lahir, berdasarkan cerita dari ibunya.
  • Pernyataan itu disampaikan Jokowi ketika menjadi saksi dalam persidangan di PN Jakarta Timur pada Kamis malam.
  • Jokowi mengatakan keluarganya belum mengurus akta kelahiran karena keterbatasan ekonomi, sementara namanya diubah menjadi Joko Widodo karena sering sakit saat kecil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo mengungkapkan dirinya pernah mengalami pergantian nama saat masih kecil. Nama yang diberikan orangtuanya ketika lahir bukan Joko Widodo, melainkan Mulyono.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026) malam. Mulanya, pengacara dari pihak Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menanyakan waktu dan tempat kelahiran Jokowi.

"Saya lahir di Solo tanggal 21 Juni 1961," ujar Jokowi.

Pengacara kemudian menanyakan nama yang tercantum dalam akta kelahiran Jokowi. Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi mengatakan keluarganya saat itu tidak mampu mengurus akta kelahiran ketika dirinya lahir.

"Karena saya adalah dari keluarga yang tidak mampu, waktu itu kami tidak mengurus akta kelahiran pada saat lahir," kata dia.

Pengacara kembali menggali nama yang diberikan orangtua Jokowi ketika dirinya dilahirkan. Jokowi pun mengungkapkan bahwa berdasarkan cerita ibunya, nama awalnya adalah Mulyono.

Namun, nama tersebut kemudian diganti menjadi Joko Widodo karena dirinya kerap sakit-sakitan saat kecil.

"Saat itu diceritakan oleh ibu saya namanya Mulyono. Tetapi karena sakit-sakit, kemudian diganti menjadi Joko Widodo," ungkapnya.

    Related Articles

    See More