Tokyo Akan Cabut Larangan Perburuan Beruang Mulai April 2027

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Metropolitan Tokyo berencana mencabut larangan perburuan beruang hitam asia mulai April 2027 setelah hampir 20 tahun. Kebijakan tersebut muncul seiring meningkatnya penampakan beruang di Tokyo.
Berdasarkan rencana pengelolaan beruang selama lima tahun yang disetujui panel ahli pada Selasa (1/9/2026), pemerintah Tokyo menargetkan pemusnahan sekitar 34 beruang per tahun untuk mencegah pertambahan populasinya.
1. Perburuan akan diizinkan di Tokyo bagian barat

ilustrasi pemburu berlisensi (commons.wikimedia.org/FieldsportsChannel.tv) Dilansir The Japan Times, perburuan akan dilakukan oleh pemburu berlisensi yang berpengalaman di Hachioji, Machida, Ome, Akiruno, Okutama, Hinode, dan Hinohara. Perburuan juga dapat dilakukan di kawasan tepi sungai yang dilalui beruang sebelum memasuki wilayah perkotaan.
Tokyo sendiri telah melarang perburuan beruang sejak 2008 karena satwa tersebut dinilai hampir terancam punah dan perlu dilindungi.
2. Penampakan beruang meningkat sejak 2021

potret Desa Hinohara, Tokyo (commons.wikimedia.org/Shoestring) Sementara itu, frekuensi penampakan beruang di Tokyo melonjak dari 70 pada 2021 menjadi 213 pada 2025. Area kemunculannya juga meluas. Bahkan, persentase penampakan pada radius 200 meter dari permukiman dan lahan pertanian pun meningkat, dari kurang dari 10 persen menjadi lebih dari 40 persen.
Populasi beruang di Tokyo saat ini diperkirakan mencapai 120–378 ekor. Meskipun demikian, serangan beruang tercatat relatif rendah, yakni nol hingga dua insiden per tahun dan belum ada yang menyebabkan kematian.
3. Jepang catat lebih dari 50 ribu penampakan beruang

ilustrasi beruang hitam asia (commons.wikimedia.org/Grv022) Peningkatan frekuensi penampakan beruang juga terjadi dalam skala nasional. Dilansir Metropolis Japan, jumlahnya naik dari 20 ribu pada tahun fiskal 2024 menjadi lebih dari 50 ribu pada 2025, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2009.
Pada tahun fiskal 2025, Jepang juga mencatat 216 serangan beruang. Sebanyak 238 orang terluka dan 13 orang tewas. Jumlah kematian tersebut lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya.
4. Sejumlah faktor mendorong peningkatan penampakan beruang

ilustrasi biji ek (pexels.com/Michał Robak) Kelangkaan panen biji ek dan kacang-kacangan di hutan mendorong beruang yang kelaparan keluar dari pegunungan menuju kawasan perkotaan. Sebagian ahli mengaitkan kelangkaan sumber makanan tersebut dengan perubahan iklim.
Selain itu, perubahan pola hibernasi, hilangnya zona penyangga di perdesaan akibat penyusutan populasi penduduk, serta berkurangnya jumlah pemburu berlisensi juga disebut sebagai faktor.



















