DPR Duga Banjir Sumut Akibat Ilegal Logging, Jangan Anggap Sepele

- Pemerintah jangan anggap sepele soal ilegal loggingMarwan meminta pemerintah tak menganggap sepele perambahan hutan oleh oknum tertentu yang mengambil keuntunfan pribadi. Karena masyarakat harus menanggung dampak ilegal logging.
- Pemerintah dipastikan gerak cepat soal banjir SumatraMarwan mengimbau masyarakat terdampak banjir bersabar kaena pemerintah terus berupaya melakukan penanganan. Apalagi saat ini di berbagai titik jalan dan jembatan putus, sehingga bantuan logistik masih terhambat.
- Korban meninggal dunia di Sumut, Aceh dan Sumbar capai 303 jiwaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Dasopang menduga banjir bandang yang kepung Sumatra Utara (Sumut) khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tangah imbas perambahan hutan (ilegal logging) oleh oknum tertentu.
Dia berharap pemerintah menggandeng TNI/Polri menyelidiki perambahan hutan di wilayah Sumut setelah penanganan banjir rampung. Ia menyoroti gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang.
"Faktanya kita lihat saat terjadi banjir bandang di Tapteng dan Tapsel, yang hanyut banyak kayu gelondongan, berarti ada perambahan hutan di hulu sungai, mengakibatkan banjir bandang," kata Marwan kepada wartawan, dikutip Minggu (30/11/2025).
1. Pemerintah jangan anggap sepele soal ilegal logging

Marwan meminta pemerintah tak menganggap sepele perambahan hutan oleh oknum tertentu yang mengambil keuntunfan pribadi. Karena masyarakat harus menanggung dampak ilegal logging.
Ia pun mendesak pemerintah agar mengusut tuntas sejumlah pihak yang terlibat dalam bisnis ilegal ini. Bencana alam akan terus mengintai bila pembabatan hutan terus terjadi.
“Kita mendesak pemerintah serta aparat terkait supaya mengusut perambahan hutan di wilayah Sumut. Sebab kalau hal ini terus dibiarkan, bencana alam seperti ini akan terus terjadi jika perambahan hutan tidak segera diatasi,” kata dia.
2. Pemerintah dipastikan gerak cepat soal banjir Sumatra

Marwan mengimbau masyarakat terdampak banjir bersabar kaena pemerintah terus berupaya melakukan penanganan. Apalagi saat ini di berbagai titik jalan dan jembatan putus, sehingga bantuan logistik masih terhambat.
“Bagi keluarga kena musibah, termasuk meninggal dunia, kita ikut berduka. Bagi masyarakat yang saat ini masih mengungsi kita harapkan tetap semangat," kata dia.
"Intinya, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menyelesaikan urusannya sendiri, pasti hadir, tetapi tetap mohon kesabaran. Apalagi cuaca ini tidak bisa kita kendalikan, curah hujan yang masih begitu tinggi saat ini,” sambungnya.
3. Korban meninggal dunia di Sumut, Aceh dan Sumbar capai 303 jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi mengenai kondisi dan situasi pasca-banjir hebat menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatra di waktu berdekatan. Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.
"Artinya, dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Temuan ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," ujar Suharyanto ketika memberikan keterangan pers pada hari ini.
Adapun, jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. Sebanyak 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.

















