Driver Taksi Online Tersangka Pelecehan Remaja Jateng Positif Sabu

- Polisi menetapkan WAH, driver taksi online berusia 39 tahun, sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap penumpang remaja asal Jateng dan hasil tes menunjukkan ia positif menggunakan sabu.
- Dari mobil pelaku, polisi menemukan alat hisap sabu, obat kuat, kondom, serta puluhan plastik bekas paket sabu yang diduga digunakan sebelum aksi pelecehan terjadi.
- Korban SKD dilecehkan saat dibawa ke lokasi sepi; ia melawan dan merekam kejadian hingga videonya viral di media sosial setelah dilaporkan ke platform transportasi online.
Jakarta, IDN Times - Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya menetapkan driver taksi online berinisial WAH (39) sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap penumpang remaja perempuan asal Jawa Tengah (Jateng) berinisial SKD (20).
Direktur PPA-PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibodo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan kesehatan, WAH dinyatakan positif menggunakan sabu.
“Kita temukan bahwa kondisi kesehatan kita lakukan pemeriksaan di Biddokes Polda Metro Jaya dengan hasil pemeriksaan tersangka positif menggunakan narkobat jenis sabu,” kata Rita di Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).
1. Polisi temukan obat kuat hingga alat hisap sabu

Selain itu, penyidik juga menemukan berbagai alat bukti di mobil Brio silver yang dipakai tersangka saat melakukan aksi cabul. Diantaranya, obat kuat hingga alat hisap sabu.
“Kami menemukan di dalam mobil itu ada rangkaian alat yang digunakan pelaku untuk menggunakan narkoba,” ujar Rita.
“Kemudian kita temukan juga ada 2 buah obat kuat, kemudian ada 3 buah alat kontrasepsi bentuk kondom, kemudian ada alat-alat tadi sabu, ada plastik 32 buah bekas paket sabu,” lanjutnya.
2. Remaja Jateng dilecehkan driver taksi online

Sebelumnya, seorang remaja perempuan asal Jawa Tengah (Jateng) berinisial SKD (20) alami pelecehan seksual oleh driver taksi online berinisial WAH (39) di Jakarta Pusat pada 14 Maret 2026.
Rita mengatakan, peristiwa ini bermula ketika sang driver mengajak bicara korban sampai ke arah ajakan berkencan.
“Ada kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa si driver ini mengajak bekencan atau mempertanyakan apakah perempuan ini membuka open BO,” kata Rita.
3. Driver membawa korban ke tempat sepi dan melakukan aksi cabul

Saat itu, driver tiba-tiba membelokkan mobil dan keluar dari jalur yang seharusnya. Driver membawa korban ke tempat sepi dan menjalankan aksi cabulnya.
“Dia melakukan upaya perbuatan cabul dengan cara memegang dan meremas paha korban, kemudian dia juga sempat lompat ke belakang, melakukan upaya menindih tubuh korban secara paksa, dan di situ korban menolak, kemudian ada upaya perlawanan dari korban hingga keluar dari mobil,” ujar Rita.
Setelah berhasil keluar dari mobil, korban berupaya mendokumentasikan peristiwa yang ia alami. Tak terima divideo korban, si driver melakukan upaya kekerasan.
“Ada timbul kepanikan driver, sehingga dia mencoba merebut, dan melakukan upaya-upaya kekerasan dengan cara seperti tadi menindih, kemudian sempat mencekik korban, dan juga melakukan upaya seolah-olah dia akan menembak si korban dengan menggunakan tangan seperti itu,” ujar Rita.
“Kemudian dalam kondisi tersebut korban kebingungan, selesai kegiatannya di Jakarta dia pulang, kemudian dia mencoba melaporkan di pengaduan online dari platform tersebut, kemudian si korban pada akhirnya mengupload kegiatan atau hasil perekaman tersebut di media sosial, di akun tiktok, kemudian di situ menjadi viral,” lanjutnya.



















