Eks Pejabat Kemnaker Akui Kerap Setor Uang ke Atasan untuk Dinas LN

- Mantan pejabat Kemnaker mengakui menyetor uang ke atasan untuk biaya perjalanan dinas luar negeri.
- Uang disetor untuk tambahan biaya perjalanan dinas, oleh-oleh, dan pemerasan senilai Rp6,5 miliar.
- Sebelas pihak termasuk mantan Direktur Bina Kelembagaan didakwa terlibat dalam kasus tersebut.
Jakarta, IDN Times - Mantan Kasubdit Akreditasi Direktorat Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan, Agustin Wahyu Ernawati, mengaku kerap menyetor sejumlah uang 'non-teknis' pada eks Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker, Hery Sutanto untuk menambah biaya perjalanan dinas luar negeri.
Hal itu diungkapkan Agustin saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
"Ada juga di BAP 17 ini, sering untuk kebutuhan pimpinan ke luar negeri. Seperti untuk menambah biaya perjalanan dinas luar negeri yang biasanya saya berikan dengan nominal Rp10 juta sampai Rp15 juta," tanya Jaksa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026)
"Sering sih, eh tapi saya tidak ini ya, mungkin saya lupa," jawabnya.
Jaksa menilai hal itu janggal. Sebab, perjalanan dinas ke luar negeri telah dibiayai negara.
"Harusnya begitu ya. Ini untuk tambahan begitu?" tanya Jaksa
"Ya," jawab Agustina.
"Untuk oleh-oleh begitu?" tanya jaksa
"Sepertinya seperti itu," jawab Agustin.
Jaksa kemudian bertanya, apakah Agustina pernah diberikan oleh-oleh. Agustina mengaku pernah.
"Pernah Pak (dikasih oleh-oleh). Coklat Pak," jawab Agustin.
"Coklat. Dari mana dia? Dia perjalanan ke mana gitu?" tanya jaksa
"Pas kebetulan eh tugas… saya lupa Pak," jawabnya.
Diketahui, Immanuel Ebenezer didakwa bersama-sama telah melakukan pemerasan senilai Rp6,5 miliar. Selain itu Noel disebut mendapat keuntungan Rp70 juta serta menerima gratifikasi senilai Rp3,3 M dan Motor Ducati Scrambler.
Noel didakwa bersama sepuluh pihak lainnya. Mereka adalah Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang; Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025; Anitasari Kusumawatiselaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020
Lalu, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025;
Kemudian, Sekasari Kartika Putri selaku Subkoordinator; Supriadi selaku koordinator; Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.


















