Polisi Inggris Tangkap 86 Demonstran Pro-Palestina yang Terobos Penjara

- Aksi demo di depan penjara HMP Wormwood Scrubs menuntut pembebasan 5 aktivis Palestine Action yang ditahan.
- Kementerian Kehakiman Inggris mengecam aksi demo anarkis dan mengancam konsekuensi bagi pelaku.
- Muhammad Umer Khalid dan kawan-kawannya akan menjalani sidang pada Januari 2027 dengan beberapa tuntutan, termasuk permintaan pembebasan.
Jakarta, IDN Times - Polisi Inggris dilaporkan telah menangkap 86 demonstran yang nekat menerobos penjara di London pada Sabtu (24/1/2026) malam waktu setempat. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan warga Inggris terhadap aktivis pro-Palestina yang sedang ditahan di sana.
“Kelompok tersebut berunjuk rasa untuk mendukung seorang tahanan Palestine Action yang melakukan mogok makan pada larut malam tanggal 24 Januari 2026. Mereka kemudian menolak untuk meninggalkan halaman penjara ketika diperintahkan untuk melakukannya,” bunyi pernyataan resmi Kepolisian London yang dirilis di laman X pada Minggu (25/1/2026).
“Mereka diduga menghalangi petugas penjara untuk masuk dan keluar serta mengancam petugas polisi. Sejumlah orang berhasil masuk ke area pintu masuk staf gedung penjara. Semua pihak yang terlibat dalam aksi itu sudah ditahan,” lanjut pernyataan tersebut.
1. Aksi demo berlangsung di depan penjara HMP Wormwood Scrubs

Aksi demo di London pada Sabtu lalu berlangsung di depan penjara HMP Wormwood Scrubs. Para demonstran menuntut lima aktivis Palestine Action yang ditahan di sana untuk segera dibebaskan. Di sana, mereka berteriak dan mengancam para petugas agar bisa menerobos masuk ke dalam penjara untuk bertemu para aktivis.
Salah satu aktivis yang di tahan di HMP Wormwood Scrubs adalah seorang pria bernama Muhammad Umer Khalid. Ia dan keempat temannya, Lewie Chiaramello, Jon Cink, Amy Gardiner-Gibson, dan Daniel Jeronymides-Norie ditahan imbas aksi penjarahan di markas angkatan udara Inggris pada Juni 2025 lalu.
Khalid merupakan aktivis yang paling disorot karena melakukan aksi mogok makan agar segera dibebaskan. Bahkan, Khalid mengancam pengadilan Inggris akan melakukan aksi mogok minum jika permintaannya untuk bebas tidak segera dikabulkan. Sebab, di pengadilan, ia dan keempat temannya mengaku tidak bersalah atas tindakan penjarahan yang dilakukan tahun lalu.
2. Kementerian Kehakiman Inggris mengecam aksi demo anarkis

Aksi demo anarkis yang terjadi di depan penjara HMP Wormwood Scrubs London ini lantas menuai kecaman dari Kementerian Kehakiman Inggris. Mereka menilai aksi tersebut tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, aksi demonstrasi seharusnya dilakukan secara damai tanpa mengganggu keamanan sekitar.
“Meskipun kami mendukung hak untuk melakukan protes secara damai, laporan tentang masuk tanpa izin dan ancaman yang ditujukan kepada staf dan petugas polisi sangat mengkhawatirkan,” bunyi pernyataan resmi juru bicara Kementerian Kehakiman Inggris dilansir The Independent.
“Keamanan penjara sama sekali tidak terganggu. Namun, jika tindakan individu menimbulkan risiko atau kerugian nyata bagi staf yang bekerja keras, hal ini tidak akan ditoleransi dan mereka yang bertanggung jawab dapat menghadapi konsekuensinya,” lanjut pernyataan tersebut.
3. Muhammad Umer Khalid dan kawan-kawan bakal menjalani sidang pada Januari 2027

Muhammad Umer Khalid dan kawan-kawannya bakal tetap ditahan di HMP Wormwood Scrubs setidaknya sampai tahun depan. Sebab, pengadilan Inggris baru menjadwalkan persidangan mereka pada Januari 2027 mendatang.
Dalam persidangan tersebut, Khalid dan empat aktivis lainnya akan mengajukan beberapa tuntutan. Beberapa di antaranya, seperti tuntutan agar segera dibebaskan dan tuntutan pencabutan larangan keberadaan Palestine Action.
Sebagai informasi, Palestine Action adalah organisasi pro-Palestina yang berbasis di Inggris. Organisasi yang berdiri pada 2020 ini sudah dicap sebagai organisasi teroris oleh parlemen Inggris pada 2025. Sebab, keberadaannya dianggap meresahkan dan menebar ancaman.



















