Ganjar-Mahfud Janji Perhatikan Seniman, Termasuk Dangdut

Jakarta, IDN Times - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, berjanji memperhatikan para seniman yang ada di Indonesia, termasuk seniman dangdut apabila menang pada Pilpres 2024. Awalnya, Mahfud mendorong masyarakat untuk terus berkreasi sesuai minat dan bakatnya.
"Musisi kita akan mendorong aja, semua ya kreativitas di bidang masyarakat kita dukung karena tuh di Undang-Undang Dasar disebut pemerintah harus memajukan kebudayaan nasional," ujar Mahfud dalam keterangannya, dikutip Sabtu (10/2/2024).
1. Mahfud sebut budaya Indonesia banyak dari hasil akulturasi

Dalam kesempatan itu, Mahfud menyebut, banyak budaya Indonesia berasal dari proses akulturasi. Hal itu bisa terjadi karena ada pertemuan antar budaya di dalamnya.
"Kebudayaan nasional itu bisa yang asli dari daerah-daerah, bisa yang asli namanya kan budaya alkulturasi, musik juga begitu ya makanya saya sebut musik asli dangdut Indonesia itu aslinya Melayu bercampur India, bercampur Arab. Jadi dangdut seperti sekarang yang dinyanyikan Pak Rhoma Irama sebelum itu kan Melayu sendiri, India sendiri, Arab sendiri, dengan kastanya sendiri lalu dangdut bercampur ketiganya, bagus itu,” kata dia.
2. Royalti hak cipta harus diperjuangkan

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan, royalti hak cipta harus diperjuangkan. Sehingga seniman yang memiliki karya bisa menikmati apa yang telah diciptakannya.
“Mungkin bukan dangdut kali ya, untuk senimanya dan musiknya dan para seniman budayawan sudah bertemu saya, sudah bertemu kami berdua bicara soal royaltinya," ucap Ganjar.
3. Penegakan hukum harus dilakukan

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan, penegakan hukum bagi mereka yang tidak membayar royalti harus dilakukan. Sehingga, tak ada lagi pihak yang dengan sesuka hati menggunakan karya orang lain dan mendapat untung, tapi tidak membagi royalti.
"Bicara soal mengembangkannya bagaimana talenta ini bisa betul-betul tumbuh berkembang dalam ekosistem yang sangat bagus itu yang kemarin mereka sampaikan, termasuk satu ini jargonnya penegakan hukum karena masalah hak cipta karena pencurian hak cipta itu gak bisa,” imbuhnya.





















