Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gen Z Serbu Gedung Miss Tjitjih, Saksikan Pentas Lakon Tumbal

Gen Z Serbu Gedung Miss Tjitjih, Saksikan Pentas Lakon Tumbal
Poster Lakon Tumbal / (Instagram @gedungpertunjukanjakarta)
Intinya Sih
  • Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih 1928 menggelar pementasan rutin bertajuk “Tumbal” di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kemayoran, dengan kapasitas penuh 252 penonton.
  • Sebanyak 1.358 orang mendaftar untuk menonton pertunjukan ini, meningkat 145 persen dari bulan sebelumnya, dengan mayoritas penonton berasal dari kalangan generasi muda.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen melestarikan budaya daerah melalui rencana sepuluh kali pementasan gratis Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 sepanjang tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) kembali menghadirkan pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928, yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Pertunjukan yang dipentaskan kali ini bertajuk “Tumbal” di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (23/5/2026).

Pementasan ini menjadi kali ketiga pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 pada 2026, yang diselenggarakan atas kerja sama Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih 1928.

Pertunjukan legendaris yang berusia hampir satu abad tersebut, dipadati oleh 252 penonton, sesuai dengan kapasitas kursi yang tersedia di Gedung Kesenian Miss Tjitjih.

1. 1.358 orang mendaftar pada pertunjukan bertajuk “Tumbal”

Seorang pria mengenakan kemeja merah berbicara menggunakan mikrofon di depan patung besar ondel-ondel dengan hiasan kepala emas.
Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB), Rinaldi/(Instagram @gedungpertunjukanjakarta)

Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB), Rinaldi menyampaikan, seni pertunjukan saat ini sedang mengalami tren peningkatan yang signifikan. Hal ini juga bisa dilihat dari antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928. Setiap pementasan disambut dengan animo tinggi masyarakat.

"Tercatat, 1.358 orang mendaftar pada pertunjukan bertajuk 'Tumbal' yang kapasitas gedungnya hanya menampung 252 penonton, di mana masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online melalui tautan atau link yang disediakan oleh Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih 1928," katanya.

2. Penonton didominasi anak muda

Beberapa penari menampilkan pertunjukan tari di halaman bangunan tradisional dengan pencahayaan merah yang dramatis pada malam hari.
Ilustrasi pentas /(Instagram @gedungpertunjukanjakarta)

Dia mengapresiasi animo masyarakat terhadap pertunjukan seni budaya yang begitu tinggi. Menariknya, penonton didominasi oleh generasi muda.

"Tercatat 1.358 orang mendaftar secara online, mengalami peningkatan sebesar 145 persen dari pendaftar pada pertunjukan sebelumnya bulan April lalu, yakni 553 pendaftar. Sementara, tiket pertunjukan hanya untuk 252 penonton, sesuai kapasitas gedung," ujar Rinaldi.

3. Terdapat 10 kali pertunjukan sepanjang 2026

Gen Z Serbu Gedung Miss Tjitjih, Saksikan Pentas Lakon Tumbal
Pertunjukan Wayang Orang/ (Instagram @disbudDKI)

Animo yang tinggi menjadi indikator bahwa seni pertunjukan Sandiwara Sunda di Jakarta masih memiliki tempat penting di hati masyarakat urban. Selain sebagai hiburan, pementasan ini juga berperan sebagai media edukasi dan pelestarian tradisi, sekaligus memperkuat identitas multikultural Jakarta.

Kehadiran pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap memperhatikan budaya daerah lain yang ada di Jakarta, sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yang menyatakan bahwa Jakarta memiliki kewenangan khusus urusan pemerintahan di bidang kebudayaan untuk prioritas pemajuan kebudayaan Betawi dan kebudayaan lain yang berkembang di Jakarta.

"Direncanakan sepanjang tahun 2026, terdapat 10 kali pertunjukan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 yang bersifat gratis," kata Rinaldi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More