Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gubernur Sumut: Bantuan untuk Tapanuli Selatan Sempat Ditolak Empat Kali

Gubernur Sumut Bobby Nasution (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Gubernur Sumut Bobby Nasution (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya sih...
  • Pemprov sudah siapkan bantuan sejak awal
  • Huntara jadi solusi mendesak bagi warga terdampak
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, mengakui bantuan untuk wilayah Tapanuli Selatan saat terjadi banjir dan longsor sempat empat kali ditolak oleh pemerintah kabupaten.

Hal itu disampaikan Bobby dalam peresmian hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra di Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).

“Kami mencatat ada empat kali bantuan untuk Tapanuli Selatan ditolak. Ini fakta yang perlu disampaikan ke publik,” ujar Bobby di acara tersebut.

1. Pemprov sudah siapkan bantuan sejak awal

Alutsista udara milik TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma mengirimkan bantuan untuk banjir Sumatra (dok. Dispenau)
Alutsista udara milik TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma mengirimkan bantuan untuk banjir Sumatra (dok. Dispenau)

Bobby mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan bantuan sejak awal pascabencana. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Bantuan yang dimaksud meliputi logistik darurat, pembangunan hunian sementara, hingga dukungan teknis penanganan pascabencana yang dinilai sangat dibutuhkan warga terdampak.

2. Huntara jadi solusi mendesak bagi warga terdampak

Penampakan Huntara yang mulai ditempati warga Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Penampakan Huntara yang mulai ditempati warga Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Peresmian huntara ini merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana banjir dan longsor Sumatra yang mencakup tiga provinsi terdampak. Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi salah satu wilayah prioritas karena kerusakan rumah warga dan infrastruktur yang cukup berat.

Hunian sementara disiapkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur. Pemerintah menargetkan huntara dapat menjadi tempat tinggal layak sementara sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.

“Hunian ini menjadi langkah awal agar warga bisa kembali menjalani kehidupan secara lebih aman dan bermartabat,” ujar perwakilan pemerintah pusat.

3. Minta kesampingkan ego sektoral

Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir di Aceh. (dok. Wijaya Karya)
Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir di Aceh. (dok. Wijaya Karya)

Gubernur Sumut pun menekankan pentingnya mengesampingkan ego sektoral dalam penanganan bencana. Menurut dia, keselamatan dan kebutuhan warga harus menjadi prioritas utama.

“Yang terpenting hari ini, warga sudah memiliki hunian sementara. Ke depan, koordinasi harus diperbaiki agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif,” ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Hamdan Zoelva: Perlakuan Eksekusi Hotel Sultan Tak Adil

07 Feb 2026, 00:48 WIBNews