Halte Transjakarta HI-Astra Tak Beroperasi, Suasana Lengang

- Halte Transjakarta HI-Astra tidak beroperasi setelah kerusuhan
- 22 halte terdampak, 16 di antaranya rusak akibat vandalisme
- Proses perbaikan halte akan dilakukan secara bertahap
Jakarta, IDN Times – Suasana lengang menyelimuti Halte Transjakarta Bundaran HI-Astra pada Sabtu (30/8), menyusul penghentian sementara seluruh layanan operasional Transjakarta. Kebijakan ini diambil PT Transjakarta sebagai respons atas situasi tidak kondusif di sejumlah titik Ibu Kota akibat aksi demonstrasi yang terjadi sehari sebelumnya.
Berdasarkan pantauan IDN Times pada pukul 13.00 WIB, tidak terlihat antrean maupun aktivitas penumpang seperti biasanya di halte yang menjadi salah satu titik tersibuk tersebut. Hanya dua petugas Transjakarta yang berjaga, menjaga keamanan dan memantau situasi terkini di lokasi.
"Halte tutup layanan di semua rute dan semua koridor. Untuk waktu pembukaan layanan Transjakarta bisa dipantau melalui media sosial Instagram maupun akun X (dulu Twitter) resmi Transjakarta," ujar Pegawai Transjakarta, Said, saat ditemui IDN Times.
Langkah penghentian layanan ini disebut sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan demi menjaga keselamatan seluruh pengguna jasa Transjakarta.
Sebagai perbandingan, Said mengungkapkan Halte Bundaran HI-Astra biasanya melayani sekitar 10 ribu pengguna setiap hari. Pada akhir pekan, jumlah ini bahkan bisa melonjak hingga lebih dari 15 ribu penumpang.
“Biasanya halte ini ramai, apalagi kalau akhir pekan. Tapi sekarang sepi sekali, bahkan tidak ada satu pun penumpang sejak pagi,” imbuhnya.
PT Transjakarta mencatat, setidaknya 22 halte terdampak akibat kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 16 halte mengalami kerusakan akibat vandalisme, sementara 6 lainnya dibakar dan dijarah massa.
Halte-halte yang dilaporkan mengalami pembakaran dan penjarahan meliputi Bundaran Senayan, Senayan Bank Jakarta, Polda Metro Jaya, Gerbang Pemuda, Senen Sentral, dan Senen Toyota Rangga.
Sementara itu, halte yang dirusak dan menjadi sasaran vandalisme antara lain Bendungan Hilir, Kwitang, Kampung Melayu, Kramat Sentiong, Bidara Cina, Cililitan, Semanggi, Petamburan, serta dua halte non-BRT di kawasan Gelora Bung Karno dan Polda Metro Jaya. Halte lainnya yang terdampak yakni Widya Candra, Jatinegara, Kejaksaan, Matraman Baru, Pemuda Pramuka, dan Masjid Agung.
PT Transjakarta menegaskan bahwa kerusakan terhadap halte-halte tersebut berdampak serius terhadap pelayanan dan kenyamanan pelanggan. Oleh karena itu, proses perbaikan akan segera dilakukan secara bertahap.
Halte dengan kategori kerusakan ringan ditargetkan dapat kembali beroperasi pada 1 September 2025. Sementara halte berkategori sedang direncanakan pulih pada 3 September, dan halte dengan kerusakan berat dijadwalkan kembali berfungsi penuh pada 8 September 2025.