Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dinilai Merendahkan Negara, Venezuela Panggil Dubes Iran

Dinilai Merendahkan Negara, Venezuela Panggil Dubes Iran
Bendera Venezuela (pixabay.com/DavidRockDesign)
Intinya Sih
  • Venezuela memanggil Duta Besar Iran di Caracas dan menyerahkan nota protes atas pernyataan Menlu Abbas Araghchi yang dinilai merendahkan lembaga serta otoritas negara.
  • Caracas meminta Iran menghentikan perbandingan yang dianggap mencederai martabat, kedaulatan, dan reputasi Venezuela, meski pemerintah tidak merinci pernyataan yang dipersoalkan.
  • Ketegangan muncul di tengah hubungan erat dua dekade dalam energi, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan; sejumlah analis melihat kemungkinan peninjauan ulang hubungan Venezuela dengan mitra strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Venezuela memanggil Duta Besar Iran di Caracas pada Selasa (28/7/2026) sebagai bentuk protes atas pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pemerintah Venezuela menilai ucapan tersebut tidak pantas dan merendahkan institusi negara.

Langkah diplomatik ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah hubungan erat kedua negara yang telah terjalin selama dua dekade. Ketegangan ini memicu spekulasi terkait kemungkinan perubahan arah kebijakan luar negeri Venezuela.

1. Penyerahan nota protes resmi kepada Duta Besar Iran

Kementerian Luar Negeri Venezuela menyerahkan nota protes resmi saat memanggil Duta Besar Iran di Caracas. Pemerintah menegaskan keberatannya atas pernyataan yang dinilai merendahkan lembaga serta otoritas negara.

Pemerintah Venezuela tidak menjelaskan secara rinci ucapan yang dimaksud. Rekaman video menunjukkan Abbas Araghchi menyampaikan bahwa "Iran bukanlah Venezuela."

"Duta Besar Iran untuk Venezuela kami panggil guna menerima nota protes atas pernyataan tidak pantas yang merendahkan lembaga dan otoritas negara kami," kata pihak Kementerian Luar Negeri Venezuela, dilansir Hindustan Times.

Pemerintah Venezuela juga meminta Iran menghentikan perbandingan yang dapat mencederai martabat, kedaulatan, serta reputasi negaranya.

2. Rekam jejak hubungan bilateral Iran dan Venezuela

Iran dan Venezuela menjalin hubungan diplomatik yang erat sejak era Presiden Hugo Chavez pada 1999. Kedua negara aktif bekerja sama di berbagai sektor, seperti energi, perdagangan, hingga pendidikan.

Ketika Venezuela dilanda krisis bahan bakar pada 2020, Iran mengirimkan sekitar 1,5 juta barel bensin untuk membantu memenuhi kebutuhan energi lokal.

Kerja sama ini juga mencakup sektor kesehatan. Iran sempat mengirim lebih dari dua juta dosis vaksin polio dan hepatitis ke Venezuela pada 2025 di tengah kelangkaan obat akibat sanksi internasional.

3. Potensi perubahan arah kebijakan luar negeri Venezuela

Sejumlah analis menilai ketegangan diplomatik ini menunjukkan adanya pergeseran arah kebijakan luar negeri Venezuela. Pemerintahan sementara yang baru berpotensi meninjau ulang hubungannya dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Iran.

Sikap tegas terhadap Iran ini terjadi saat pemerintah transisi Venezuela sedang menyusun kembali agenda diplomasinya. Pembahasan mengenai pembentukan pemerintahan baru Venezuela dijadwalkan mulai berjalan pada 1 Agustus mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More