Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ASEAN Centrality Jadi Pegangan Hadapi Rivalitas Adidaya di Kawasan

ASEAN Centrality Jadi Pegangan Hadapi Rivalitas Adidaya di Kawasan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina untuk Keketuaan ASEAN, Dominic Xavier “Dax” Imperial di kantor PCO Filipina saat ditemui peserta ASEAN Media Forum 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Dominic Xavier Imperial menegaskan ASEAN Centrality harus menjaga ASEAN sebagai penentu agenda kerja sama regional dan dialog dengan mitra eksternal.
  • Di tengah dinamika geopolitik global, ASEAN diminta tetap pragmatis dan realistis tanpa meninggalkan prinsip dalam Piagam ASEAN serta Treaty of Amity and Cooperation.
  • ASEAN Centrality perlu menjadi inti respons kawasan melalui upaya kolektif seluruh anggota untuk menghadapi perubahan geopolitik dan berbagai ancaman baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Manila, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina untuk Keketuaan ASEAN, Dominic Xavier "Dax" Imperial, menegaskan ASEAN harus tetap menjadi pihak yang menentukan arah pembahasan dalam setiap kerja sama regional maupun dengan negara-negara mitra. Menurutnya, hal itu hanya dapat dilakukan jika ASEAN terus berpegang pada prinsip ASEAN Centrality.

Dax mengatakan ASEAN Centrality menjadi landasan yang memungkinkan ASEAN tetap memimpin agenda pembahasan, baik di antara negara-negara anggota maupun saat berdialog dengan para mitra eksternal.

Menurutnya, di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, ASEAN perlu bersikap realistis terhadap berbagai tantangan yang muncul, namun tidak boleh meninggalkan prinsip-prinsip dasar organisasi.

1. ASEAN harus memimpin agenda dengan mitranya

IMG_9603.jpeg
Suasana jumpa pers di kantor PCO Filipina bersama dalam rangkaian ASEAN Media Forum 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kekuatan ASEAN, ditegaskan Dax, terletak pada kemampuannya memimpin arah pembahasan dalam berbagai forum.

"Saya kembali pada ASEAN Centrality. Justru karena ASEAN Centrality, ASEAN sebagai sebuah blok mampu menentukan agenda dari setiap pembahasan yang ingin dilakukan, baik di antara 11 negara anggota ASEAN maupun dengan para mitra dialognya," katanya di Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Filipina, Kamis (30/7/2026).

ASEAN, dijelaskannya, tidak hanya hadir sebagai peserta dalam berbagai pertemuan, tetapi menjadi pihak yang memimpin diskusi mengenai kepentingan kawasan.

"Ketika ASEAN duduk bersama para mitranya, selalu ASEAN yang menentukan agenda. Selalu ASEAN yang memimpin pembahasan mengenai manfaat bersama yang akan menguntungkan ASEAN sebagai kawasan, sekaligus menguntungkan para mitra dialog secara umum," ujarnya.

Menurut Dax, pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama ASEAN dalam menjaga relevansinya di tengah perubahan tatanan global.

2. Piagam ASEAN jadi pedoman

IMG_8325.jpeg
Logo ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dax mengatakan situasi geopolitik saat ini menuntut ASEAN untuk tetap bersikap pragmatis dan realistis.

"Penting untuk dipahami, di tengah situasi geopolitik sekarang, kita harus bersikap pragmatis dan realistis karena memang hal-hal seperti ini akan selalu terjadi," katanya.

Namun, menurutnya, ASEAN memiliki pedoman yang jelas dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Prinsip-prinsip tersebut memastikan kerja sama ASEAN tetap berpijak pada kepentingan kawasan.

"Kami selalu berpedoman pada ASEAN Centrality. Kami selalu berpedoman pada prinsip-prinsip ASEAN yang tertuang dalam Piagam ASEAN dan Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Prinsip-prinsip itulah yang akan selalu menjadi mercusuar yang membimbing ASEAN ketika berhubungan dengan para mitra dialog," ujarnya di kawasan kompleks Istana Malacanang itu.

3. Respons kolektif paling penting dalam hadai tantangan kawasan

Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Manila, Filipina.
Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Manila, Filipina. (Dok. ASEAN Secretariat)

Menurut Dax, ASEAN Centrality harus selalu menjadi inti dari setiap respons kawasan terhadap tantangan yang berkembang.

"Ketika berbicara mengenai ASEAN Centrality, prinsip itu harus selalu berada di tengah dan menjadi pusat ketika menghadapi tantangan yang dihadapi kawasan," katanya.

Dia mengatakan Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro juga secara konsisten menekankan pentingnya ASEAN Centrality dalam berbagai pertemuan dengan negara-negara mitra. ASEAN Centrality, dijelaskan Dax, tidak hanya dimaknai sebagai konsep diplomatik, tetapi diwujudkan melalui kerja sama seluruh negara anggota.

"ASEAN Centrality berarti menyatukan upaya kolektif ASEAN. Hanya dengan bertindak bersama, kita benar-benar mampu menghadapi berbagai tantangan, baik lanskap geopolitik yang memengaruhi kawasan maupun ancaman-ancaman baru. Upaya kolektif dengan ASEAN Centrality sebagai pusatnya adalah hal yang sangat penting bagi ASEAN," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More