Intip Terowongan Bawah Tanah di Bundaran HI, Bikin Nyaman Pejalan Kaki

- Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta membangun extended concourse bawah tanah di Bundaran HI, dengan progres sekitar 22 persen dan target rampung Mei-Juni 2027 menjelang HUT ke-500 Jakarta.
- Koridor seluas 4.200 meter persegi di bawah Halte TransJakarta Bundaran HI Astra akan memiliki dua akses menuju Plaza Indonesia-Grand Hyatt serta Pullman-Wisma Nusantara, sekaligus tersambung ke halte.
- Area non-berbayar ini memungkinkan publik melintas tanpa tap in, berpendingin udara, menampung lebih dari 3.200 orang, serta dirancang untuk kegiatan komersial, pameran, dan aktivasi publik.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghadirkan jalur pejalan kaki bawah tanah (extended concourse) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Fasilitas yang dibangun PT MRT Jakarta itu ditargetkan rampung pada Mei 2027 sebagai bagian dari persiapan menyambut HUT ke-500 Kota Jakarta.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan progres pembangunan extended concourse saat ini telah mencapai sekitar 22 persen. Menurut dia, proyek tersebut akan selesai pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan lima abad Jakarta.
"Terkait pembangunan pedestrian pejalan kaki di bawah tanah, extended concourse, saat ini progresnya kurang lebih sekitar 22 persen dan kami punya target selesai bulan Juni 2027, tepat lima abad Jakarta," kata Tuhiyat saat konferensi pers di MRT, Rabu (29/7/2026).
1. Terowongan berada tepat di bawah Halte Transjakarta

Selama hampir 30 menit, IDN Times berkesempatan mengecek langsung lokasi proyek yang berada di area MRT Bundaran HI. Area extended concourse berada sekitar 10 meter di bawah permukaan Jalan MH Thamrin, tepat di bawah Halte TransJakarta Bundaran HI Astra. Sejumlah pekerja masih nampak di sejumlah sudut
Ruang bawah tanah itu memiliki luas sekitar 4.200 meter persegi dengan tinggi lantai hingga langit-langit mencapai sekitar 3,5 meter.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Yulham Ferdiansyah Roestam, menjelaskan pembangunan dilakukan secara bertahap. Struktur utama telah diselesaikan pada tahap sebelumnya dan kini memasuki proses penyelesaian akhir atau finishing serta fit out.
"Area ini sebetulnya sudah kami selesaikan pada periode sebelumnya, kemudian sekarang masuk proses finishing dan fit out," ujarnya.
2. Tahap pertama akan ada dua akses

Di dalam koridor tersebut, MRT Jakarta juga menyiapkan knock-down panel, yaitu panel dinding yang nantinya dapat dibuka ketika proyek interkoneksi tahap berikutnya dimulai. Salah satu panel disiapkan untuk menghubungkan area B1 Plaza Indonesia.
Pada tahap pertama, extended concourse akan memiliki dua akses baru. Muara 1 berada di sisi barat yang mengarah ke Plaza Indonesia dan Grand Hyatt, sedangkan Muara 2 berada di sisi timur menuju Hotel Pullman dan kompleks Wisma Nusantara.
"Nanti ada muara untuk naik ke area pedestrian Plaza Indonesia melalui eskalator dan tangga. Muara 2 berada di sisi Pullman dan Wisma Nusantara," ujar Yulham.
3. Terowongan bawah tanah juga akan tersambung dengan Bundaran HI

Koridor tersebut juga akan tersambung langsung dengan eskalator menuju Halte TransJakarta Bundaran HI Astra. Menurut Yulham, posisi dinding yang nantinya menjadi jalur interkoneksi berada tepat di bawah viewing deck halte TransJakarta, sekitar 10 meter di bawah permukaan.
Ia menambahkan, jarak dari titik pembangunan menuju kolam Bundaran HI kurang dari 50 meter. Namun, sambungan menuju kawasan Bundaran HI belum akan dibuka karena masih menunggu finalisasi desain.
"Future connection-nya nanti ke Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, dan Mandarin Oriental. Sekarang masih dalam tahap finalisasi desain," katanya.
4. Terowongan untuk area komersil

Yulham menegaskan, pengembangan tahap pertama hanya mencakup pembangunan extended concourse seluas 4.200 meter persegi beserta persiapan sambungan melalui knock-down panel. Adapun koneksi menuju Kempinski, Grand Indonesia, dan Mandarin Oriental akan dibangun pada tahap selanjutnya setelah desain disepakati bersama Pemprov DKI Jakarta.
Selain menjadi jalur penghubung, extended concourse dirancang sebagai ruang publik multifungsi. Area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komersial, pameran, hingga berbagai aktivasi merek.
"Di extended concourse ini juga bisa diaktifkan berbagai multifunction, multi-event, termasuk area komersial bersama partner MRT Jakarta," ujar Yulham.
5. Bebas tap in karena untuk area publik

Kabar baiknya, koridor bawah tanah itu juga merupakan area non-paid alias dibiak untuk publik. Sehingga masyarakat umum dapat melintas tanpa harus melakukan tap in kartu. Penumpang baru melakukan tap saat memasuki area berbayar di dalam stasiun.
"Area ini bebas. Publik bisa masuk karena ini non-berbayar. Tapping tetap di area tengah stasiun," katanya.
Menurut Yulham, keberadaan extended concourse akan membuat perpindahan pejalan kaki menjadi lebih nyaman karena tidak perlu lagi menyeberang Jalan MH Thamrin di permukaan.
"Kami mengupayakan perpindahan orang lebih seamless, tidak mengganggu lalu lintas, dan lebih nyaman karena ambience-nya seperti berada di dalam stasiun dengan pendingin udara," ujarnya.
Dengan luas mencapai 4.200 meter persegi, extended concourse diperkirakan mampu menampung lebih dari 3.200 orang secara bersamaan dalam posisi berdiri setelah memperhitungkan ruang sirkulasi. Area di ujung koridor juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan publik dan aktivasi komersial.
Tahap pertama proyek ini ditargetkan selesai pada Mei 2027, sementara pengembangan interkoneksi menuju Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, dan Mandarin Oriental masih menunggu finalisasi desain bersama Pemprov DKI Jakarta.



















