Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hasto Sentil Jokowi: Krisis Geopolitik tapi Sibuk Urus Nasib Keluarga

Hasto Sentil Jokowi: Krisis Geopolitik tapi Sibuk Urus Nasib Keluarga
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto ketika menyerahkan Amicus Curiae Megawati Soekarnoputri pada 16 April 2024. (IDN Times/Santi Dewi)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyentil Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang saat ini lebih fokus mengurus masa depan keluarganya, ketimbang mencari solusi krisis geopolitik dunia. Salah satunya serangan balasan Iran terhadap Israel yang terjadi pada 14 April 2024. Padahal, serangan militer Iran ke Israel bisa berdampak langsung ke Tanah Air. 

"Maka, ketika dunia menghadapi krisis akibat ketegangan geopolitik, di situlah dibutuhkan peran pemimpin nasional kita untuk membangun perdamaian dunia. Bukan malah memikirkan keluarganya mau jadi apa," ujar Hasto di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2024). 

Hasto menyebut serangan balasan Iran terhadap Israel berpotensi menciptakan krisis geopolitik baru, karena Israel berpeluang membalas serangan Iran dan memicu negara-negara lain ikut berperang. 

"Persoalan perang Rusia-Ukraina saja menciptakan krisis pangan dan energi. Maka, sekarang dampaknya sangat kuat di Indonesia. Nilai mata uang rupiah melemah hingga ke level yang mengkhawatirkan. Kemudian, beban utang kita yang begitu besar. Belum lagi ketidakpastian hukum akibat pemilu yang tidak kredibel," tutur dia. 

Hal itu menyentuh hal paling fundamental, yakni soal kualitas dan kredibilitas pemimpin nasional di Tanah Air. 

  1. 1. Hasto minta publik kawal proses demokrasi di MK

    Susana sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (3/4/2024). (IDN Times/Aryodamar)
    Susana sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (3/4/2024). (IDN Times/Aryodamar)

    Lebih lanjut, Hasto meminta publik tetap ikut mengawal demokrasi. Sebab, pemilu harus mencerminkan suara dan kedaulatan rakyat. 

    "Tak boleh ada kekuatan manapun, apalagi satu keluarga yang mencoba menghilangkan demokrasi yang sudah dirintis para pejuang bangsa, termasuk Ibu Kartini yang menulis Habis Gelap Terbitlah Terang," kata politisi senior itu. 

    Hasto pun mewanti-wanti semua pihak agar terangnya demokrasi yang telah dirintis  mahasiswa dan pejuang, termasuk Megawati Soekarnoputri, dihancurkan begitu saja hingga terjadi kegelapan demokrasi. 

  2. 2. Hasto bantah video yang gambarkan pertemuan Jokowi-Mega saat Idul Fitri

    Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ketika menerima silaturahmi Presiden Joko "Jokowi" Widodo saat Idul Fitri tahun 2023. (www.instagram.com/@adian_napitupulu)
    Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ketika menerima silaturahmi Presiden Joko "Jokowi" Widodo saat Idul Fitri tahun 2023. (www.instagram.com/@adian_napitupulu)

    Dalam forum itu, Hasto sekaligus mengklarifikasi video berisi pertemuan Megawati dengan Presiden Jokowi. Menurutnya, belum ada pertemuan antara Presiden kelima RI itu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta. 

    "Saya mau klarifikasi, video yang beredar tentang pertemuan antara Ibu Mega dengan Pak Jokowi pada saat Lebaran, itu sama sekali tidak benar. Tidak ada pertemuan. Kami menjadi benteng demokrasi, sehingga pertemuan hanya dilakukan terhadap orang-orang yang memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara," ujar dia. 

    Sebelumnya, Hasto juga menyebut, sebaiknya Jokowi menemuai anak ranting PDIP sebelum bersilaturahmi dengan Megawati. Sebab, dia mengklaim, itu merupakan usulan dari anak ranting PDIP. 

    "Tapi dalam konteks terkait dengan Pak Jokowi, hanya anak ranting justru mengatakan, 'Sebentar dulu, biar bertemu dengan anak ranting dulu'," kata Hasto menirukan kalimat anak ranting yang ditemui pada 12 April 2024. 

  3. 3. Jokowi tak sowan ke Megawati saat Idul Fitri 2024

    Istri Presiden Jokowi bergandengan tangan dengan Megawati saat halal bihalal di Teuku Umar, Jakarta, Kamis (27/4/2023). (Dok. PDIP)
    Istri Presiden Jokowi bergandengan tangan dengan Megawati saat halal bihalal di Teuku Umar, Jakarta, Kamis (27/4/2023). (Dok. PDIP)

    Sebelumnya, Jokowi tidak bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada momen Idul Fitri 2024. Padahal, Jokowi masih berstatus sebagai kader PDIP. Alih-alih menyambangi kediaman Mega, Jokowi memilih menengok anak keduanya, Kahiyang Ayu, yang bermukim di Medan, Sumatra Utara. 

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, alasan Jokowi tidak mengunjungi Megawati lantaran sudah punya beberapa kegiatan terjadwal, salah satunya silaturahmi dengan anak cucu.

    "Kenapa tahun ini Presiden tidak melakukan kunjungan silaturahmi atau halal bihalal dengan Bu Mega? Jawaban saya satu, ini soal waktu," ujar Ngabalin pada 11 April 2024 melalui keterangan video. 

    Ngabalin menjelaskan biasanya anak dan cucu Jokowi berkumpul bersama. Kendati, Lebaran kali ini mereka punya kesibukan masing-masing. Oleh sebab itu, Jokowi pun menyediakan waktu untuk mengunjungi keluarganya. Di antaranya, Jokowi mendatangi Bobby Nasution, Kahiyang Ayu dan cucu-cucunya di Medan.

    "Saya mendengar dari Bogor, presiden mengambil keputusan bersama Ibu untuk mendatangi anak, cucu, dan mantu," katanya. 

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More