Hercules Grib Geruduk Kantor Nusron Wahid Terkait Sengketa Lahan

Hercules Rosario de Marshal mendatangi kantor ATR/BPN terkait dua sengketa lahan dan menyampaikan tuntutan kepada kementerian.
Tuntutan tersebut berkaitan dengan Arjuna Bowling di Jakarta Barat serta lahan seluas 65 hektare yang dikaitkan dengan PT Summarecon.
Hercules menyebut memiliki legalitas dan bukti, sekaligus mengkritik pelayanan ATR/BPN terhadap masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshal menggeruduk kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (19/10/2026)
Hercules menjelaskan, kedatangannya terkait dua sengketa lahan dan telah diterima perwakilan Kementerian yang dipimpin Nusron Wahid itu.
"Sehingga hari ini kehadiran kami di sini untuk menagih Menteri ATR, saudara Nusron Wahid, yang sekarang ini sedang dipanggil-panggil KPK, lari ke mana, tidak tahu," kata Hercules dikutip dari video yang diunggah akun instagran Grib Jaya, Selasa (20/10/2026).
1. Dua tuntutan Hercules

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal. (IDN Times/Larasati Rey) Hercules menyampaikan dua tuntutan, yakni terkait sengketa lahan Arjuna Bowling di Jakarta Barat dan sengketa lahan seluas 65 hektare yang dikaitkan dengan PT Summarecon.
"Minta untuk ada HD Arjuna Bowling Jakarta Barat minta dibatalkan, terus yang kedua minta juga Summarecon yang HGB 12 HGB dari hak milik dari hak milik dirubah menjadi HGB, minta untuk dikembalikan ke haknya sebagai sertifikat hak milik seluas 65 hektar milik ahli waris PT Summarecon," ujarnya.
2. Hercules klaim kantongi legalitas lahan

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal. (IDN Times/Larasati Rey) Hercules mengeklaim pihaknya memiliki dasar legalitas dan bukti untuk mengajukan tuntutan tersebut. Ia mengatakan pejabat kementerian selama ini mengabaikan legalitas yang mereka miliki.
"Hari ini kami datang Kementerian ATR karena kami punya legalitas dan bukti yang benar, tapi selama ini para petinggi di Kementerian ATR maupun petinggi-petinggi di sini semua diabaikan," kata Hercules.
3. Hercules kritik pelayanan ATR/BPN

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Ia kemudian mengkritik pelayanan kementerian. Hercules mengatakan masyarakat yang datang membawa dokumen legalitas kerap tidak memperoleh pelayanan yang baik.
"Tapi kalau datang membawa uang haram, pakai tas-tas, di sini kasih karpet merah. Kalau masyarakat datang dengan membawa legalitas yang sebenarnya dia punya, tidak pernah dilayani dengan baik," ujarnya.
"Kenapa hari ini aku yang datang langsung di sini, ya? Karena masyarakat Indonesia sudah bosan, tidak asing lagi lihat muka saya, Hercules. Karena saya datang ini karena ini sudah benar-benar terang, benar-benar terang, makanya kami datang," lanjutnya.






















