Comscore Tracker

Romantisme Sukarno Malam Pertama dengan Fatmawati di Istana Presiden

Bung Karno membuat Fatmawati grogi

Jakarta, IDN Times - Kisah kehidupan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, selalu menarik untuk diperbincangkan. Terutama dari sisi kehidupan romantisme Sukarno dengan istrinya. Sejarah mencatat, Bung Karno memang pengagum perempuan.

Pada jejak sejarahnya, sembilan nama perempuan menghiasi jalan cerita kehidupan Sukarno. Salah satunya adalah kisah malam pertama dia bersama istrinya, Fatmawati, di Istana Negara.

1. Pernikahan Sukarno dengan Fatmawati diwakilkan

Romantisme Sukarno Malam Pertama dengan Fatmawati di Istana Presiden(Foto hasil repro dari buku Istri-Istri Soekarno) IDN Times/Irfan Fathurohman

Fatmawati yang memiliki nama asli Fatimah pertama kali bertemu ketika Bung Karno sedang dalam masa pengasingan di Bengkulu. Saat itu, orang tuanya, Hassan Din dan Siti Chadijah berkunjung ke rumah pengasingan yang berada di daerah Anggut.

Kala itu, perempuan kelahiran 5 Februari 1923 ini masih seumuran dengan Ratna Djuami, anak angkat Sukarno. Diceritakan, Fatmawati ingin melanjutkan sekolah di RK Volkshool, Bengkulu. Hassan Din pun menitipkan putrinya itu ke Sukarno.

Maka sejak itu, Fatmawati tinggal sekamar dengan Ratna. Sukarno memperlakukan Fatmawati sama dengan Ratna.

Dikutip dari buku Istri-Istri Soekarno yang ditulis Reni Nuryanti, Fatmawati diketahui kerap curhat ke Sukarno. Hingga suatu waktu, ia curhat dirinya hendak dilamar seorang pemuda. Sukarno langsung kebakaran jenggot.

Kala itu, Sukarno telah memiliki istri. Dia kemudian bercerita, selama 18 tahun menikah dengan Inggit Garnasih, mereka tidak punya anak. Istri pertamanya itu pun diceraikan dalam keadaan masih suci.

Singkat cerita, Fatmawati enggan dimadu dan memberi syarat untuk menceraikan Inggit dengan baik terlebih dulu sebelum menyuntingnya.

Sukarno menyanggupi permintaan Fatmawati. Setelah resmi bercerai, Sukarno langsung meminang Fatmawati pada Juni 1943.

Saat itu, Fatmawati di Bengkulu dan Sukarno di Jakarta. Pernikahan berlangsung dengan jarak jauh, saat itu Sukarno memberi mandat teman akrabnya di Bengkulu, Opseter Sardjono, untuk mewakilinya menikahi Fatmawati sebelum diantar ke Jakarta.

Baca Juga: Kisah Persahabatan Sukarno dan Ho Chi Minh, Bapak Bangsa nan Sederhana

2. Malam pertama Bung Karno dengan Fatmawati di Istana Presiden

Romantisme Sukarno Malam Pertama dengan Fatmawati di Istana PresidenIlustrasi Proklamator RI Bung Karno (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah pernikahan berlangsung, perasaan Fatmawati saat itu campur aduk, antara bahagia dan sedih, karena masih tidur di rumah orang tuanya di Bengkulu tanpa suaminya, Sukarno.

“Besok malam sekitar pukul delapan ibu sudah harus bersiap-siap karena pengawal akan menjemput ibu untuk selanjutnya dibawa ke Istana (Jakarta),” kata kurir Bung Karno.

“Besok malam adik akan menginap di Istana,” kata Sukarno dalam suratnya.

“Aku minta maaf karena tidak bisa datang (menikah) berhubung padatnya kesibukan, antara lain aku sedang berkonsentrasi menyiapkan pidato 17 Agustus yang setiap tahun memang selalu kusampaikan kepada bangsaku,” sambung Bung Karno.

Pukul sembilan malam keesokan harinya, Fatmawati tiba di istana. Tepatnya di salah satu kamar Istana Merdeka, yang terletak di sayap kiri.

Malam semakin larut. Dengan gugup, Fatmawati merebahkan badannya ke tempat tidur besar berkelambu. Sukarno menyuruhnya lebih dulu ke tempat tidur. Sementara dia sendiri lebih dulu menyelesaikan pekerjaan di ruang kerjanya.

Fatmawati sama sekali tidak tertarik apa yang sedang dilakukan Bung Karno, apakah sedang membaca buku atau menulis naskah pidato 17 Agustus. Ia hanya memandangi langit-langit yang tampak jangkung.

“Rasanya tak perlu kuceritakan apa saja yang menjejali otakku saat itu, karena sangat pribadi sifatnya,” kata Fatmawati.

3. Sukarno menikahi Fatmawati bukan karena seks

Romantisme Sukarno Malam Pertama dengan Fatmawati di Istana Presiden(Foto hasil repro dari buku Istri-Istri Soekarno) IDN Times/Irfan Fathurohman

Fatmawati menceritakan pengalaman pertamanya menjadi istri Bung Karno. Singkatnya, Sukarno menikahinya bukan semata-mata karena seks.

“Satu kata ini harus digarisbawahi, karena masih banyak yang salah tafsir terhadap perjalanan cintanya,” ujar Fatmawati.

Bung Karno berhasil membungkam pikiran kotor Fatmawati bahwa dirinya bukan lelaki yang banyak digunjingkan sebagai orang yang berlebihan dalam hal kehidupan seks.

“Beliau memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan. Kesan sepintas menyimpulkan beliau lelaki yang sangat romantis. Sikapnya mencerminkan sikap suami yang tidak ingin enak sendiri,” ucap Fatmawati.

4. Sukarno memiliki lima anak dari Fatmawati

Romantisme Sukarno Malam Pertama dengan Fatmawati di Istana Presiden(Foto hasil repro dari buku Istri-Istri Soekarno) IDN Times/Irfan Fathurohman

Dari Fatmawati, Sukarno memiliki lima anak, antara lain Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Setelah pernikahan mereka berusia 12 tahun, dua hari setelah Fatmawati melahirkan Guruh Soekarno Putra, Sukarno meminta izin Fatmawati untuk menikahi Hartini.

Fatmawati sakit hati. Dia pergi menemui Inggit, untuk meminta maaf karena pernah 'merebut' Sukarno darinya.

Semoga kita bisa memetik nilai-nilai positif di balik sejarah Bung Karno, ya guys.

Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia. Kampanye ini didasarkan atas pengalaman unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai.

Baca Juga: Sukarno dan Pemikirannya Soal Modernisme Islam

Topic:

  • Rochmanudin
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya