Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Istana Cek Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Bertemu Gibran

Istana Cek Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Bertemu Gibran
Wamensesneg RI Bambang Eko Suhariyanto. (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan memeriksa dugaan pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang dan meminta maaf di hadapan mahasiswa setelah isu tersebut viral di media sosial.
  • Sejumlah mahasiswa disebut menerima uang Rp1,5–2 juta per orang, namun sumber dan tujuan pemberian dana itu belum dikonfirmasi secara resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) RI Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, akan mengecek informasi yang beredar soal dugaan pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, agar mereka tidak menggelar demonstrasi di depan Istana Negara.

Pernyataan ini disampaikan Bambang Eko saat dimintai tanggapan mengenai video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin, yang mengaku menerima uang setelah bertemu Gibran pada Senin (15/6/2026).

"Coba nanti saya monitor dulu ya. Saya enggak ngikutin yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke ya," ujar Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) kembali menjadi sorotan. Hal ini terjadi usai ramai di media sosial mengenai dugaan adanya penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa yang mengikuti audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin, 15 Juni 2026.

Isu tersebut memicu desakan dari kalangan mahasiswa Universitas Bung Karno agar para pengurus BEM FH memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan dugaan yang beredar. Proses konfrontasi antarmahasiswa sempat disiarkan secara langsung melalui platform TikTok dan dibagikan ke sejumlah media sosial.

Dalam video tersebut, Ketua BEM FH UBK Abdimaludin menyampaikan permintaan maaf di hadapan mahasiswa. “Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” kata Abdi dalam video yang beredar, dikutip dari Instagram @marhaenpress, Selasa (23/6/2026).

Sejumlah pengurus mahasiswa disebut mengakui menerima uang dengan nominal sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang.

Abdimaludin diketahui menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran bersama rombongan mahasiswa lain yang berjumlah 15 orang, saat demo pada 15 Juni 2026. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan sumber maupun tujuan pemberian uang tersebut.

Di tengah ramainya pembahasan mengenai dugaan penerimaan uang tersebut, muncul berbagai klaim lain di media sosial. Salah satu akun di platform X, @txtdarigenz97 mengunggah narasi yang menyebut kelompok mahasiswa yang menemui Wakil Presiden Gibran diduga menerima dana hingga Rp300 juta.

“Masih ingat mahasiswa yang diajak gibran masuk ke istana? Ternyata mereka menerima suap pas ketemu gibran sebesar 300 juta. Bayangin banyaknya relawan yg nunggu berjam-jam menunggu hasil rapat mereka dengan wapres, tapi ternyata semuanya udah di setting. Malam ini mereka lagi di introgasi oleh mahasiswa UBK,” tulis akun tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More