Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jadwal dan Doa Berbuka Puasa Hari ke-10 Ramadan 1442 H

Jadwal dan Doa Berbuka Puasa Hari ke-10 Ramadan 1442 H
Suasana Masjid Nabawi, Madinah di tengah pandemik COVID-19 (Youtube.com/Makkah Live - Hajj 2020)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sepuluh hari sudah ibadah puasa Ramadan 1442 H berjalan. Mari maksimalkan kembali ibadah selama Ramadan, refresh semangat dan manfaatkan momen bulan suci ini sebaik-baiknya, agar kita tidak termasuk hamba yang merugi. 

Jangan lupa untuk selalu membaca doa berbuka puasa sebagai wujud syukur atas rahmat dan kesempatan menjalani ibadah puasa pada hari ini. 

Berikut doa berbuka puasa dan jadwal salat hari ke-10 Ramadan yang bertepatan dengan Kamis (22/4/2021), berdasarkan ketetapan Kementerian Agama.

1. Doa berbuka puasa dan artinya

Ilustrasi berdoa (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi berdoa (IDN Times/Sukma Shakti)

Untuk mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan, kita harus melafalkan doa berbuka puasa sebelum menyantap hidangan berbuka.

Berikut doa berbuka puasa:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: Ya Allah karena-Mu, dengan-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, atas segala rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih. 

2. Jadwal salat untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

illustrasi salat berjemaah (dok. IDN Times/bt)
illustrasi salat berjemaah (dok. IDN Times/bt)

Berikut jadwal salat pada hari ke-10 Ramadan 1442 H atau Kamis (22/4/2021), dari Kementerian Agama:

  • Subuh pada pukul 04.37 WIB
  • Terbit pada pukul 05.50 WIB
  • Duha pada pukul 06.18 WIB
  • Zuhur pada pukul 11.55 WIB
  • Asar pada pukul 15.14 WIB
  • Magrib pada pukul 17.52 WIB
  • Isya pada pukul 19.02 WIB

Selalu jaga ibadah kita agar pahala yang diperoleh maksimal selama bulan suci Ramadan.

3. Keutamaan salat witir di bulan puasa

Ilustrasi sajadah (unsplash.com/Ashkan Forouzani)
Ilustrasi sajadah (unsplash.com/Ashkan Forouzani)

Salat witir adalah salat sunnah 3 rakaat yang dilaksanakan seusai salat tarawih di bulan Ramadan, namun pelaksanaannya bukanlah kewajiban sama seperti salat tarawih.

Sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

الْوِتْرُلَيْسَبِحَتْمٍكَهَيْ ئَةِالْمَكْتُوبَةِوَلَكِنَّهُ سُنَّةٌسَنَّهَارَسُولُاللَّهِ صَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ

"Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam." (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)

Keutamaan melaksanakan salat witir ialah dikabulkannya doa dan permintaan yang dipanjatkan setelah selesai salat. Kamu bisa menyampaikan keinginanmu tersebut setelah salat witir. Sampaikan juga doa tersebut saat melakukan sujud ketika salat. Sebab saat sedang bersujud, sebenarnya pada posisi itulah waktu paling dekat dengan Allah SWT

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aisyah Yuri Oktavania
EditorAisyah Yuri Oktavania

Related Articles

See More

20 Jurnalis Ikuti Uji Kompetensi Wartawan: Pers Baik Jurnalisme Sehat

06 Jun 2026, 07:25 WIBNews