Jelang Ramadan, Kemensos Beri Paket Alat Salat ke Korban Banjir Aceh

- Kemensos menyediakan paket perlengkapan ibadah yang terdiri dari 1.000 paket berisi sarung, mukena, sajadah, dan kelambu untuk warga terdampak bencana Sumatra.
- Selain perlengkatan salat, sebelumnya Kemensos menyalurkan santunan tunai bagi korban jiwa dan luka-luka. Ahli waris korban meninggal menerima Rp15 juta, korban luka berat Rp5 juta, dan korban luka ringan Rp2,5 juta.
- Selain itu, Kemensos juga terus mengoperasikan dapur umum di lokasi bencana.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial menyalurkan bantuan peralatan salat dan santunan duka kepada korban banjir di Aceh menjelang Ramadan. Bantuan tersebut ditargetkan didistribusikan sebelum Ramadan dimulai.
"Kami usahakan secepatnya untuk segera proses salur sebelum puasa, sebelum Ramadan. Mudah-mudahan pekan depan sudah bisa disalurkan," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul dikutip dalam keterangan pers, Minggu (18/1/2026).
1. Kemensos salurkan 1.000 paket perlengkapan ibadah dan kelambu

Kemensos menyediakan paket perlengkapan ibadah yang terdiri dari 1.000 paket berisi sarung, mukena, sajadah, dan kelambu untuk warga terdampak bencana.
Paket bantuan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Gubernur Aceh untuk didistribusikan lebih lanjut.
2. Kemensos salurkan santunan tunai bagi korban jiwa dan luka luka

Selain perlengkapan salat, Kemensos juga menyalurkan santunan tunai bagi korban jiwa dan luka-luka. Ahli waris korban meninggal dunia menerima Rp15 juta, korban luka berat Rp5 juta, dan korban luka ringan Rp2,5 juta. Penyalurannya menyasar warga di empat kabupaten terdampak.
Proses penyaluran santunan tersebut bergantung pada data yang diterima dari daerah. "Kami ini salur (santunan) bergantung pada data yang diajukan oleh bupati maupun walikota," jelas Gus Ipul.
3. Kemensos terus mengoperasikan dapur umum di lokasi bencana

Selain itu, Kemensos terus mengoperasikan dapur umum dan mendukung logistik di lokasi bencana. Upaya ini merupakan bagian dari tanggap darurat jangka pendek.
Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kemensos berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, BNPB, dan pemerintah daerah agar pemulihan sosial ekonomi masyarakat berjalan.


















