Banjir Bandang di Sitaro, Kemensos Salurkan Ribuan Bantuan Logistik

- Rincian dan penyaluran bantuan - Kemensos menyalurkan 100 lembar kasur, 200 lembar selimut, 200 paket makanan anak, dan lainnya.
- Dampak dan kondisi pemukiman - Banjir bandang menyebabkan kerusakan, 16 korban jiwa, 24 luka-luka, dan pengungsi di dua lokasi.
- Upaya lanjutan dalam penanganan banjir - Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara bersama Tagana membawa logistik tambahan menggunakan kapal laut.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah menyalurkan ribuan bantuan logistik untuk menangani dampak banjir bandang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Perlu diketahui, bencana yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026 dini hari itu menyebabkan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum.
"Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Pemda untuk menyalurkan bantuan," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/1/2026). Ia menambahkan, bantuan logistik tersebut telah dikirim menggunakan jalur laut pada Senin malam.
1. Rincian dan penyaluran bantuan

Lebih jauh, bantuan yang disalurkan Kemensos mencakup 100 lembar kasur, 200 lembar selimut, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 100 paket kidsware, 400 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk siap saji, serta 500 kilogram beras.
Sementara, bantuan dikirim setelah Bupati Sitaro mengeluarkan Surat Keputusan tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026. Status tanggap darurat ditetapkan berlaku mulai tanggal 5 hingga 18 Januari 2026.
2. Dampak dan kondisi pemukiman

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Kemensos, banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 03.00 WITA diduga disebabkan curah hujan sangat tinggi. Banjir membawa material batu, kayu, dan lumpur sehingga mengakibatkan kerusakan.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa, 6 Januari 2026, korban jiwa sementara sebanyak 16 orang serta 24 orang luka-luka.
Lebih lanjut, keempat kecamatan terdampak adalah Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Para korban mengungsi di sejumlah titik, dengan total terkumpul 91 KK atau 392 jiwa di dua lokasi yaitu Gereja Betabara Paseng dan Meseum Ulu.
3. Upaya lanjutan dalam penanganan banjir

Selain bantuan yang telah dikirim, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara beserta Tagana melakukan perjalanan menuju Kepulauan Siau menggunakan kapal laut dengan membawa logistik tambahan dan persiapan mendirikan dapur umum.
Pemenuhan kebutuhan di lokasi dilakukan melalui pembelanjaan langsung. Hal ini ditempuh karena akses menuju lokasi bencana hanya dapat dijangkau dengan perahu yang memiliki daya angkut terbatas.



















