Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Asal Embarkasi Kertajati Wafat di Madinah

Jemaah Haji Asal Embarkasi Kertajati Wafat di Madinah
Jemaah haji kelompok terbang (kloter 13) asal Maluku Utara tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (29/4/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Seorang jemaah haji asal Embarkasi Kertajati berinisial SMP, usia 73 tahun, wafat di Madinah setelah mengalami penurunan kesadaran saat proses imigrasi dan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat.
  • Petugas menyebut tidak ada riwayat penyakit khusus pada almarhum, namun menegaskan pentingnya kesiapsiagaan medis karena kondisi fisik jemaah bisa berubah setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
  • Jenazah almarhum dimakamkan di Baqi, dan pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan bagi jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan ibadah hajinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Seorang jemaah haji Indonesia berinisial SMP, usia 73 tahun, asal Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, dilaporkan wafat setelah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada di bandara, Minggu (3/5/2026).

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menjelaskan jemaah tersebut mengalami penurunan kesadaran saat menjalani proses imigrasi di bandara. Petugas kemudian segera melakukan penanganan awal dan merujuk jemaah ke klinik bandara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

“Jemaah berinisial SMP, usia 73 tahun, dari Embarkasi Kertajati KJT-14, sempat turun kesadarannya saat proses imigrasi di bandara. Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jemaah dibawa ke klinik bandara,” ujar Abdul Basir di Madinah, dalam keterangannya, Minggu.

Abdul Basir mengatakan kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci menjadi ruang pertama pelayanan yang menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh petugas. Setiap jemaah yang tiba membawa kondisi fisik yang berbeda, terlebih setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air menuju Arab Saudi.

1. Jemaah sempat dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah

Jemaah Haji Asal Embarkasi Kertajati Wafat di Madinah
Kloter SUB-12 yang membawa jemaah haji asal Kota Malang tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, jemaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, jemaah dinyatakan wafat setelah menjalani proses rujukan dan penanganan medis.

“Dari klinik bandara, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” jelasnya.

Menurut Abdul Basir, setiap peristiwa kedukaan di tengah operasional kedatangan jemaah, menjadi pengingat bahwa kehadiran petugas sangat krusial dalam situasi paling rentan yang dialami jemaah.

Ia pun menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah tersebut. Abdul Basir berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Atas nama petugas haji Daerah Kerja Bandara, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang mendampingi diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur dia.

2. SMP tidak ditemukan catatan khusus atau riwayat penyakit tertentu

Seorang pejabat Kementerian Haji dan Umrah berbincang dan memberi semangat kepada jemaah haji lanjut usia yang duduk di kursi roda di Yogyakarta International Airport.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 8 Embarkasi Hotel Yogyakarta International Airport atau YIA, Jumat (1/5/2026). (Dok. MCH 2026)

Abdul Basir menjelaskan berdasarkan data awal, tidak ditemukan catatan khusus terkait riwayat penyakit jemaah tersebut. Secara dokumen keberangkatan, almarhum juga telah memenuhi ketentuan istithaah kesehatan, dan tergolong memenuhi syarat untuk berangkat haji pada tahun ini.

“Berdasarkan data yang ada, tidak ditemukan catatan khusus atau pun riwayat penyakit tertentu. Dari sisi status istithaah, almarhum masuk dalam kategori memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” katanya.

Kondisi tersebut, kata Abdul Basir, menunjukkan pelayanan kesehatan di titik kedatangan tetap harus dilakukan secara siaga dan responsif. Sebab, meskipun jemaah telah dinyatakan memenuhi syarat keberangkatan, kondisi fisik dapat berubah sewaktu-waktu, terutama setelah penerbangan panjang.

“Walaupun jemaah sudah memenuhi syarat istithaah, kondisi di lapangan tetap harus terus dipantau. Perjalanan panjang, kelelahan, dan proses kedatangan bisa memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu, petugas harus selalu siap melakukan penanganan cepat,” ujar dia.

3. Jenazah dimakamkan di Baqi

Jemaah Haji Asal Embarkasi Kertajati Wafat di Madinah
Kloter SUB-12 yang membawa jemaah haji asal Kota Malang tiba di Madinah pada Sabtu, 25 April 2026. Para jemaah tampak keluar dari gedung kedatangan dengan bimbingan petugas haji PPIH Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Abdul Basir juga menyampaikan almarhum telah dimakamkan di Baqi pada Minggu pagi. Ia menyebut bagi jemaah haji yang wafat sebelum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.

“Almarhum telah dimakamkan di Baqi tadi pagi. Untuk jemaah haji yang wafat, pemerintah juga akan membadalhajikan sesuai ketentuan. Ini menjadi bagian dari perhatian dan tanggung jawab layanan kepada jemaah,” jelas Abdul Basir.

Di tengah padatnya arus kedatangan jemaah haji Indonesia, peristiwa ini menjadi bagian dari cerita kemanusiaan di balik pelayanan bandara. Di antara antrean imigrasi, kursi roda, koper, dan panggilan petugas, ada kesiapsiagaan yang terus dijaga agar setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Dengan bertambahnya seorang jemaah wafat, maka jumlah jemaah haji meninggal dunia kini menjadi delapan orang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More