Dua Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci, Total Menjadi 7 Orang

- Dua jemaah haji asal Pekalongan dan Samarinda wafat di Madinah, menambah total menjadi tujuh orang, sementara layanan kesehatan terus diberikan bagi ribuan jemaah yang membutuhkan perawatan.
- Kemenhaj menegaskan pembayaran dam wajib dilakukan melalui program resmi Adhahi milik Pemerintah Arab Saudi untuk mencegah transaksi di luar mekanisme yang sah.
- Jemaah diimbau menjaga kondisi fisik menghadapi cuaca panas ekstrem, sementara proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berjalan tertib serta terkoordinasi.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah haji di Madinah, Arab Saudi, yakni Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan, dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda. Hingga hari ini, total jemaah haji wafat menjadi tujuh orang.
"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (3/5/2026).
Dari sisi kesehatan, Hasan mengatakan, layanan terus diberikan secara menyeluruh. Tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 125 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS.
1. Pembayaran dam wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi

Terkait pelaksanaan ibadah, Hasan menegaskan, pembayaran dam jemaah haji wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi.
"Jemaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar," ujarnya.
2. Jemaah haji diimbau menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem

Selain itu, jemaah haji diimbau menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.
"Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan," pungkas Hasan.
3. Kemenhaj pastikan pembayaran dam melalui program resmi

Kemenhaj memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada hari ke-12 masa operasional berjalan lancar. Dia menyampaikan proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung tertib dan terkoordinasi.
"Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jemaah," ujar dia.
Jemaah haji yang telah tiba di Madinah tercatat 165 kloter dengan 64.129 jemaah dan 657 petugas. Sedangkan, jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jemaah dan 76 petugas.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap, dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.


















