JK: Prajurit TNI Gugur di Lebanon sebagai Pahlawan Perdamaian

- Jusuf Kalla menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon, menyebut mereka sebagai pahlawan kemanusiaan dan simbol pengabdian Indonesia di dunia internasional.
- Insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik dan saling serang artileri di Lebanon Selatan, menyebabkan tiga prajurit gugur serta beberapa lainnya luka-luka saat menjalankan tugas penjaga perdamaian PBB.
- TNI menegaskan komitmen menjaga keselamatan pasukan sesuai SOP UNIFIL, terus memantau situasi keamanan Lebanon, serta menyiapkan langkah kontinjensi sambil menunggu hasil investigasi penyebab insiden.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Ia menegaskan, para prajurit yang gugur merupakan pahlawan yang berjuang bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk kemanusiaan global.
Ia menyebut prajurit TNI yang gugur sebagai simbol pengabdian Indonesia di panggung internasional. Mereka diketahui tengah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), salah satu operasi penjaga perdamaian milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan konflik.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mereka adalah pahlawan perdamaian, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” ujar JK dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
1. Bukti komitmen Indonesia jaga perdamaian global

JK menilai, keterlibatan TNI dalam misi perdamaian internasional merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Menurutnya, pengabdian para prajurit tersebut tidak hanya berdampak bagi kepentingan nasional, tetapi juga bagi masyarakat internasional secara luas.
“Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” lanjutnya.
2. Risiko tinggi di balik misi perdamaian

Peristiwa gugurnya prajurit TNI ini kembali mengingatkan publik akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik, termasuk di Lebanon.
Meski menghadapi ancaman tinggi, Indonesia tetap konsisten mengirimkan kontingen dalam berbagai misi PBB sebagai bagian dari kontribusi aktif menjaga perdamaian dunia.
JK pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
3. Kronologi 3 prajurit TNI gugur saat bertugas misi UNIFIL di Lebanon

Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas untuk misi UNIFIL. Seorang prajurit bernama Praka Farizal Rhomadhon meninggal dalam serangan pada Minggu (30/3/2026). Sementara, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur pada Senin (31/3/2026). Kedua insiden fatal tersebut terjadi dalam 24 jam terakhir.
Adapun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya ketiga prajurit TNI tersebut.
Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden gugurnya Praka Farizal Rhomadhon terjadi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di Lebanon Selatan. Praka Farizal tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Dalam kejadian tersebut, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas kesehatan Level I UNIFIL, sedangkan prajurit dengan luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St George untuk penanganan lanjutan.
“Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ujar Aulia kepada IDN Times, Senin (30/3/2026).
Aulia menjelaskan, insiden terjadi di tengah situasi saling serang artileri yang meningkatkan tensi keamanan di wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut.
Situasi keamanan di Lebanon Selatan memang dilaporkan memanas dalam beberapa waktu terakhir, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah tersebut.
“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata dia.
Dalam keterangan terpisah, Aulia menjelaskan kronologi mengenai meninggalnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St George Beirut, Lebanon," ujarnya, hari ini.
Merespons insiden ini, TNI mengimbau agar prajurit yang bertugas mengutamakan keselamatan dan tetap meningkatkan kewaspadaan, sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP).
Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di Lebanon serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.
“TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," imbuh dia.


















