Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI, Berpotensi Ancam Basis Pemilih PDIP?

Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI, Berpotensi Ancam Basis Pemilih PDIP?
Pidato Presiden ke-7 Jokowi dalam Kongres PSI di Solo, Sabtu (19/7/2025). (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Jokowi disebut akan mengenakan jaket PSI sebagai simbol politik kuat yang bisa menggeser dukungan pemilih PDIP menuju PSI menjelang Pemilu 2029.
  • Grace Natalie memastikan Jokowi segera menjabat Ketua Dewan Pembina PSI dan meminta seluruh pengurus daerah mempercepat penyempurnaan struktur partai hingga tingkat desa.
  • PDIP melalui Djarot Saiful Hidayat menegaskan sudah mengetahui rencana Jokowi bergabung dengan PSI dan menyatakan partai tetap solid menghadapi dinamika politik tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai wacana Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo bakal mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan kode politik yang sangat kuat dan berpotensi memengaruhi peta persaingan elektoral menjelang Pemilu 2029.

"Dalam politik, jaket bukan sekadar pakaian. Jaket adalah pernyataan sikap. Ketika Jokowi memakai jaket PSI, publik melihat itu sebagai pesan bahwa kapal politik Jokowi sedang merapat ke dermaga baru dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi PDIP," ujar Arifki dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Menurut dia, langkah Jokowi tersebut berpotensi memberikan keuntungan elektoral yang besar bagi PSI sekaligus menghadirkan tantangan serius bagi PDIP. Selama satu dekade terakhir, terdapat irisan yang sangat kuat antara pemilih PDIP dan loyalis personal Jokowi yang memilih partai karena faktor figur mantan presiden tersebut.

"Masalah terbesar PDIP hari ini bukan kehilangan Jokowi sebagai kader, melainkan potensi kehilangan pemilih yang selama ini memilih PDIP karena Jokowi. Ketika figur dan partai berjalan ke arah yang berbeda, sebagian pemilih biasanya akan mengikuti figur," kata dia.

Arifki menilai, kelompok yang paling berpotensi mengalami pergeseran dukungan adalah pemilih yang ingin melihat situasi yang lebih segar dalam struktur partai. Hal ini cenderung terjadi pada pemilih muda atau generasi baru PDIP yang lebih cair dalam menentukan pilihan politik. Pada kelompok ini, pengaruh personal Jokowi dinilai masih jauh lebih kuat dibandingkan identitas kepartaian.

"Jika Jokowi adalah magnet, maka PSI saat ini sedang berusaha menempatkan diri sebagai logam yang paling dekat dengan medan tarik tersebut. Di situlah potensi keuntungan elektoral PSI berada," ujar dia.

1. Ujian besar bagi PDIP

Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI, Berpotensi Ancam Basis Pemilih PDIP?
Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo di Kongres PSI, Sabtu (19/7/2025). (YouTube/Partai Solidaritas Indonesia)

Dia mengatakan, momentum tersebut sekaligus menjadi ujian besar bagi PDIP untuk membuktikan bahwa kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada figur yang pernah dibesarkannya. Sebab, semakin kuat asosiasi Jokowi dengan PSI, semakin besar pula risiko terjadinya migrasi suara di segmen pemilih nasionalis yang selama ini menjadi basis utama PDIP.

"Satu jaket untuk Jokowi memang tidak menentukan hasil pemilu 2029. Karena PSI juga masih punya tantangan membangun struktur partai agar mapan seperti PDIP. Tetapi jika memang Jokowi bergabung dengan PSI, maka dinama kedua partai itu bakal makin panas menjelang Pemilu 2029," ujar dia.

2. Jokowi akan jadi Ketua Dewan Pembina PSI

JokowI Jadi Dewan Pembina PSI, Berpotensi Ancam Basis Pemilih PDIP?
Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo saat memberikan sambutan pada Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025). (YouTube/Partai Solidaritas Indonesia)

Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie, mengatakan, Jokowi akan segera menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Oleh sebab itu, Grace meminta pengurus PSI di seluruh daerah segera melengkapi struktur.

Grace menegaskan, partai berlambang gajah ini sekarang sedang mempercepat penyempurnaan struktur kepengurusan. Termasuk di tingkat desa dan kelurahan sebagai persiapan menjelang proses verifikasi partai. Setelah proses tersebut rampung, Jokowi bakal mengunjungi berbagai daerah dengan mengenakan atribut resmi PSI.

"Jadi PSI secara nasional di semua provinsi DPW, agar melengkapi struktur sampai di tingkat desa dan kelurahan," kata Grace kepada awak media di Kupang, Sabtu (13/6/2026).

"Tidak hanya di NTT, jadi ini serentak di wilayah lain juga berlangsung karena kita tahun depan kita sudah masuk verifikasi, dan segera merampungkan agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat," sambungnya.

3. PDIP sudah tahu sejak awal kabar Jokowi akan jadi Dewan Pembina PSI

JokowI Jadi Dewan Pembina PSI, Berpotensi Ancam Basis Pemilih PDIP?
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, menanggapi soal keinginan Jokowi kembali blusukan ke berbagai daerah dalam waktu dekat.

Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu mempersilakan Jokowi menjalankan kegiatan tersebut. Dia memastikan, PDIP di daerah justru akan tetap solid.

"Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu justru partai kita semakin solid ya. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah. Jadi silakan aja beliau keliling ke mana pun, bebas ya," kata dia saat ditemui di sela-sela acara pembekalan dan bimtek Anggota DPRD Fraksi PDIP di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Namun, kata Djarot, Jokowi harus berani menunjukkan ijazah asli miliknya ke masyarakat luas. Dia mengatakan, sikap itu dilakukan agar polemik keaslian ijazah asli Jokowi tak menjadi drama berkepanjangan.

Djarot turut menanggapi kabar Jokowi akan diumumkan jadi Ketua Dewan Pembina PSI. Pihaknya mengaku sejak awal sudah mengetahui kabar tersebut.

"Kan sudah tahulah kita dari dululah. Waktu daftar ke Kemenkumham kan jelas itu ya, dewan pembinanya inisialnya J? Ya, sudahlah itu drama-drama ya. Sudah jelas gitu lho, rakyat ini sudah pandai, sudah cerdas untuk bisa melihat, udah tahulah drama-drama seperti itu ya," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More