Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jokowi Ungkap Alasan Sering Tinjau Vaksinasi ke Daerah-daerah

Jokowi Ungkap Alasan Sering Tinjau Vaksinasi ke Daerah-daerah
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo akhir-akhir ini kerap disibukan dengan agenda kunjungan kerja ke daerah-daerah untuk meninjau vaksinasi massal. Ternyata, kunjungan kerja Jokowi itu tidak semata-mata tanpa alasan.

Jokowi mengungkapkan alasannya meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal guna mengecek langsung pendistribusian vaksinasi. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (26/3/2021).

"Program vaksinasi dikawal dengan detail, pelaksanaannya dimonitor, kenapa saya sampai cek sampai ke Halmahera Utara, cek ke Maluku Tengah, saya cek sampai jauh seperti itu, saya ingin cek distribusi vaksin bener sampai daerah gak sih, terlambat gak sih distribusinya," kata Jokowi seperti yang disiarkan di channel YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).

1. Pemerintah daerah harus tentukan berapa masyarakat yang masuk prioritas vaksinasi

default-image.png
Default Image IDN

Jokowi menyampaikan, masalah kurangnya jumlah vaksin disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang harus divaksinasi. Semenatara, kapasitas vaksin yang dimiliki juga masih terbatas. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan masyarakat yang mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu.

Mengenai prioritas vaksinasi, pria kelahiran Solo itu meminta pemerintah daerah untuk menentukan. Menurut dia, masyarakat dengan mobilitas tinggi harus didahulukan.

"Dahulukan tempat-tempat yang interaksinya tinggi, mobilitasnya tinggi, misalnya pasar, itu tempat yang interaksi dan mobilitas orang tinggi, dahulukan. Terminal, mobilitas tinggi interaksi tinggi, dahulukan. Ini harus mengerti semuanya karena strategi," ujar Jokowi.

2. Strategi vaksinasi prioritas digunakan karena keterbatasan jumlah vaksin

default-image.png
Default Image IDN

Strategi prioritas vaksinasi, kata Jokowi, dilakukan karena keterbatasan jumlah vaksin yang datangnya secara bertahap. Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa pemerintah sudah memesan 426 juta dosis vaksin.

"Ini datang baru awal 7 juta, naik lagi 11 juta, dikit-dikit baru mungkin melimpah Juli atau Agustus, baru mungkin per bulan 60-70 juta, sekali lagi kawal vaksinasi dengan detail, pastikan proses vaksinasi dengan cepat, siapkan vaksinator-vaksinator dengan baik dan target setiap kabupaten harus tahu," ucap Jokowi.

3. Bupati harus mengetahui perkembangan vaksin dan kasus COVID-19 di daerahnya

default-image.png
Default Image IDN

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan kepada para bupati agar mengetahui target vaksinasi di kabupaten. Ia mengingatkan, bupati harus tahu detail jumlah masyarakat yang mendapatkan suntik vaksin dan juga perkembangan kasus COVID-19 di daerahnya.

"Bupati harus ngerti 'oh 182 ribu pak', jangan pakai kurang lebih, kurang lebih 200 ribu pak, itu gak ngerti berarti. Harus bisa, berapa yang mau divaksin? 212.300 misalnya, oh detail berarti ngerti, tanya kasus harian COVID berapa 'aduh sebentar tanya ke Dinkes Pak'. Aduh ini persoalan gede yang semua harus tahu," kata Jokowi lagi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Teatrika Handiko Putri
EditorTeatrika Handiko Putri

Related Articles

See More

Kapal Turki Dinilai Langgar Batas, Yunani Minta Uni Eropa Bertindak

20 Mei 2026, 09:09 WIBNews