Jika Perundingan Gagal, Trump Dukung Israel Serang Iran

- Opsi militer AS jika kesepakatan dengan Iran gagal: Menurut sumber yang mengetahui isi pertemuan Desember tersebut, Trump mengatakan kepada Netanyahu, ia akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran apabila kesepakatan dengan Teheran tidak tercapai.
- Pengiriman kapal induk ke Timur Tengah: Pada Kamis lalu, dilaporkan kapal induk USS Gerald R. Ford beserta armada kapal perangnya akan dikerahkan ke Timur Tengah. Empat pejabat AS menyatakan, kelompok tempur kapal induk tersebut diperkirakan akan dipindahkan dari Karibia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut menyampaikan dukungannya terhadap kemungkinan serangan Israel ke program rudal balistik Iran. Serangan ini bisa terjadi jika negosiasi antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Hal itu disampaikan Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan di Mar-a-Lago pada Desember lalu, menurut dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, dikutip dari CBS News, Selasa (17/2/2026).
Dua bulan setelah pertemuan itu, diskusi internal di kalangan pejabat senior militer dan komunitas intelijen AS mulai mempertimbangkan kemungkinan mendukung putaran baru serangan Israel terhadap Iran. Di saat yang sama, pemerintahan Trump tetap melanjutkan perundingan nuklir dengan Teheran, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
1. Opsi militer AS jika kesepakatan dengan Iran gagal

Menurut sumber yang mengetahui isi pertemuan Desember tersebut, Trump mengatakan kepada Netanyahu, ia akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran apabila kesepakatan dengan Teheran tidak tercapai. Diskusi di internal pemerintah AS kini tidak lagi berfokus pada apakah Israel mampu bertindak, melainkan pada bagaimana Amerika Serikat dapat membantu.
Dua pejabat AS lainnya menyebut pembahasan mencakup kemungkinan penyediaan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat Israel, serta upaya memperoleh izin melintas di wilayah udara negara-negara sepanjang rute potensial menuju Iran.
Namun, belum jelas negara mana yang bersedia memberikan izin tersebut. Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab secara terbuka menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk serangan terhadap Iran maupun untuk serangan Iran terhadap negara lain. Pembicaraan internal itu berlangsung bersamaan dengan demonstrasi kekuatan militer AS di kawasan.
2. Pengiriman kapal induk ke Timur Tengah

Pada Kamis lalu, dilaporkan kapal induk USS Gerald R. Ford beserta armada kapal perangnya akan dikerahkan ke Timur Tengah. Empat pejabat AS menyatakan, kelompok tempur kapal induk tersebut diperkirakan akan dipindahkan dari Karibia, sehingga menempatkan kekuatan militer besar dalam jangkauan Iran di tengah meningkatnya ketegangan.
Langkah ini diambil ketika pemerintahan Trump terus mengejar negosiasi dengan Teheran terkait program nuklirnya. Berbicara di Gedung Putih pada Jumat, Trump menggambarkan pengerahan kapal induk itu sebagai langkah antisipatif apabila negosiasi gagal.
Dengan memindahkan tambahan kekuatan angkatan laut ke kawasan, Trump dinilai berupaya memperkuat posisi tawar Amerika Serikat dalam perundingan.
3. Negosiasi nuklir Iran-AS secara tak langsung ditangani Trump

Netanyahu tetap menunjukkan sikap skeptis terhadap jalur diplomasi dengan Iran. Ia terbang ke Washington pekan lalu untuk bertemu Trump dan mengeluarkan sejumlah pernyataan yang menegaskan kesepakatan dengan Iran harus mencakup pembatasan program rudal balistik serta pendanaan kelompok proksi di kawasan, sehingga tidak hanya terbatas pada isu nuklir.
Sementara itu, pejabat Iran mengisyaratkan kesiapan bersyarat untuk membatasi sebagian pengayaan uranium sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi. Namun, belum ada kesepakatan tertulis yang dihasilkan dari perundingan tersebut.
Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa dalam waktu dekat. Media pemerintah Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan delegasinya sedang dalam perjalanan menuju Jenewa untuk melakukan pembicaraan tidak langsung.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Minggu mengatakan, ia telah menegaskan bahwa ia lebih memilih diplomasi terkait Iran. Rubio juga mengonfirmasi bahwa utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner sedang melakukan perjalanan untuk mengadakan pertemuan penting dengan Iran.
“Kita akan lihat bagaimana hasilnya,” ucapnya.


















