Kemenhaj Kerahkan 1.356 Satgas Selama Pelaksanaan Lempar Jumrah di Mina

- Kemenhaj menurunkan 1.356 Satgas Mina di titik strategis untuk mengatur arus jemaah dan menjaga keamanan selama prosesi lempar jumrah di Mina.
- Jemaah diimbau menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas dengan makan teratur, memakai pelindung kepala, membatasi aktivitas fisik, serta mengikuti waktu larangan melontar.
- Lansia, perempuan, disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi diminta mendapat perhatian khusus; seluruh jemaah diajak saling membantu demi kelancaran ibadah haji.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina untuk membantu pengaturan arus dan perlindungan jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan lempar jumrah di Mina.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik pantau, jalur pergerakan jemaah, pos rute Jamarat, pos Mobile Crisis Rescue (MCR) bawah dan atas, hingga pos koordinator tanazul.
Table of Content
1. Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik strategis
Dikutip dari laman Kementerian haji dan Umrah, Jumat (29/5/2026), pos pantau Satgas Mina ditempatkan di titik-titik strategis seperti jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gawang Terowongan Muaisim Turki, depan syarikah, serta sejumlah pos pengarah pergerakan jemaah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah dari lontar jumrah.
Pos tersebut bertugas mengarahkan arus pejalan kaki jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan kepadatan saat lempar jumrah, serta memastikan jemaah haji tetap berada di jalur aman dan tidak mengambil jalan pintas berisiko.
2. Jemaah diminta tidak memaksakan diri di tengah cuaca panas

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah memperhatikan kondisi fisik di tengah cuaca panas Mina selama pelaksanaan lempar jumrah.
Jemaah diimbau mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, dan membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.
Selain itu, jemaah juga diminta memperhatian waktu larangan melontar untuk menghindari paparan panas dan potensi kepadatan di kawasan Jamarat.
Pada waktu larangan, jemaah diminta tetap berada di tenda, menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, dan menunggu arahan petugas.
3. Lansia dan jemaah risiko tinggi diminta mendapat perhatian khusus

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, meminta keluarga kloter dan sesama jemaah memberikan perhatian lebih kepada lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi di tengah cuaca panas Mina.
“Kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Jika ada jemaah yang terlihat kelelahan kebingungan, terpisah dari rombongan, atau mengalami gangguan kesehatan, segera laporkan kepada petugas terdekat,” ucap Maria pada Kamis (28/5/2026), dikutip dari Kementerian Haji dan Umrah.
Ia juga meminta seluruh jemaah untuk jaga kekompakan dan saling membantu selama pelaksanaan ibadah haji.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” pungkas Maria.
Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah, terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.















