Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue untuk Tangani Darurat di Mina

- Kemenhaj menyiagakan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina untuk menangani kondisi darurat seperti jemaah pingsan, tersesat, atau kelelahan ekstrem saat lempar jumrah.
- Posko MCR ditempatkan di titik strategis area Jamarat dan rute perlintasan jemaah agar petugas bisa memantau situasi langsung serta merespons cepat keadaan darurat di lapangan.
- Kemenhaj menegaskan perlindungan jemaah sebagai prioritas utama dengan memastikan penanganan cepat, terkoordinasi, dan ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan selama ibadah haji.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) selama fase lempar jumrah pada hari Tasyrik di kawasan Jamarat, Mina.
Tim ini disiapkan untuk memperkuat penanganan darurat bagi jemaah yang pingsan, tersesat, hingga mengalami kelelahan ekstrem.
Table of Content
1. MCR bertugas memberi pertolongan pertama dan evakuasi darurat

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan MCR merupakan tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina.
“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina,” ujar Maria dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji.
2. Posko MCR ditempatkan di titik strategis pada area Jamarat dan rute perlintasan jemaah

Menurut Maria, posko MCR ditempatkan di titik strategis area Jamarat dan rute perlintasan jemaah agar petugas dapat memantau situasi secara langsung, merespons cepat kondisi darurat, dan memberikan bantuan kepada jemaah yang membutuhkan penanganan segera.
“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pisan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” ujar Maria.
3. Kemenhaj sebut perlindungan jemaah jadi prioritas

Maria menjelaskan, keberadaan MCR menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk memastikan setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, serta ramah perempuan.
“Perlindungan jemaah adalah prioritas. Karena itu, petugas tidak hanya berada di tenda-tenda jemaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan. Setiap jemaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,” tegas Maria.















