Kemenkes Targetkan Pembangunan 66 RS di Daerah Terpencil, Rampung April

- Program quick win bertujuan meningkatkan kelas RSUD menjadi kelas C
- Rincian RSUD yang termasuk dalam program quick win
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan program pembangunan dan peningkatan kualitas di 66 rumah sakit akan rampung pada April 2026.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win ini disebut berfokus pada daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang menjadi bagian dari percepatan pemerataan layanan kesehatan.
"Bapak Presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Sisanya diharapkan rampung pada Maret–April," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dalam keterangan pers, Jumat, (8/02/2026).
Pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD dalam periode 2025–2026 dilakukan di 66 lokasi yang dikelompokkan dalam enam tahap pekerjaan. Pada tahun 2025, dari total target 22 RSUD, sebanyak 11 RSUD telah menyelesaikan tahap pembangunannya. Selain itu, 16 RSUD lainnya ditargetkan akan rampung dan siap untuk diresmikan pada akhir minggu keempat bulan Februari 2026.
1. Program quick win bertujuan meningkatkan kelas RSUD menjadi kelas C

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Azhar Jaya, mengatakan, program Quick Win bertujuan meningkatkan kelas RSUD dari D atau D Pratama menjadi kelas C. Peningkatan dilakukan melalui penguatan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia.
"Program ini difokuskan untuk mempercepat pelayanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya," ujar Azhar
2. Rincian RSUD yang diklaim akan dilanjutkan pembangunannya pada 2026

Tak hanya itu, pada tahun 2026, Kemenkes mengklaim akan melanjutkan program serupa di 20 kabupaten/kota lainnya.
Beberapa RSUD yang termasuk dalam program ini antara lain RSUD Maba (Kabupaten Halmahera Timur), RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas), serta sejumlah RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan Maluku.
3. Rumah sakit akan dilengkapi dengan alat kesehatan teknologi lanjut

Selain pembangunan fisik, rumah sakit juga akan dilengkapi dengan alat kesehatan berteknologi lanjut seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG. Sementara, penguatan SDM dilakukan dengan pemenuhan tujuh spesialis dasar serta penambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.
“Kami berharap upaya ini dapat secara signifikan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah,” kata Azhar.


















