BNPB Targetkan Semua Warga Sumatra Sudah Ada di Huntara Saat Lebaran

- BNPB menargetkan semua pengungsi banjir Sumatra sudah mendapatkan hunian sementara sebelum Idul Fitri
- BNPB meminta tambahan dana pembangunan huntap karena atap pakai genteng, dan Mendagri sebut lebih dari 90 persen warga sudah terima dana untuk sewa rumah
- Jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra mencapai 1.206 jiwa, dengan hampir 13 ribu warga di Sumatra yang tidur di tenda pengungsian
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menargetkan semua pengungsi banjir Sumatra sudah mendapatkan hunian sementara sebelum Idul Fitri. Target awal agar warga terdampak banjir sudah berada di dalam huntara sebelum Ramadan meleset. Itu sebabnya BNPB mengaku terus mengebut pembangunan huntara.
"Huntara di wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara dipastikan sebelum puasa hari (Kamis) esok yang belum masuk huntara, harus sudah masuk. Kecuali di Aceh (pembangunan huntara) baru 50 persen. Target kami sebelum Lebaran, masyarakat di Aceh sudah masuk ke huntara," ujar Suharyanto ketika mengikuti rapat evaluasi pemulihan banjir di Sumatra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (18/2/2026).
Ia juga melaporkan perkembangan hunian tetap warga yang terdampak banjir dan rumahnya hilang. Jenderal bintang tiga itu menyebut pembangunan hunian tetap secara terpusat dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Berdasarkan data terbaru, jumlah (rumah hunian tetap) yang sudah ada tanahnya mencapai 16.329 KK," katanya.
Suharyanto menyebut permintaan dari sebagian warga Aceh yang menginginkan hunian tetap agar dibangun di masing-masing tanahnya atau on site. Ia juga memuji kualitas rumah yang dibangun oleh Kementerian PKP lebih baik karena biaya yang dikeluarkan lebih besar. Sedangkan, dana yang dianggarkan oleh BNPB untuk membangun huntap mencapai Rp60 juta per rumah.
1. BNPB minta tambahan dana pembangunan huntap karena atap pakai genteng

Lebih lanjut di forum itu, Kepala BNPB mengaku sudah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait penambahan dana untuk pembangunan hunian tetap. Sebab, konsep huntap sebelumnya menggunakan atap terbuat dari seng. Presiden Prabowo Subianto menginginkan atap dari genteng.
"Kalau seandainya kami bangun (huntap) dengan genteng, maka kami minta tambahan (dana) lagi karena untuk memasang genteng perlu penguatan lagi kayunya. Sementara, rumah contoh yang kami bangun di Bieureun masih menggunakan seng," ujar Suharyanto.
Tambahan biaya untuk pembangunan masing-masing huntap yang menggunakan genteng diprediksi mencapai Rp65 juta atau Rp70 juta. Meski begitu, ia turut mengingatkan seandainya kenaikan biaya itu disetujui maka ke depan akan dijadikan standar pembangunan huntap dengan genteng bagi warga terdampak bencana di seluruh Tanah Air.
2. Mendagri sebut lebih dari 90 persen warga sudah terima dana untuk sewa rumah

Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan sejauh ini sudah ada 8.290 unit huntara sementara dari usulan pembangunan 16.688 unit. Hunian sementara ini dibangun agar warga tak lagi tinggal di tenda-tenda pengungsian. Artinya, sudah 50 persen huntara yang selesai dibangun.
Sebelumnya pemerintah pernah menargetkan semua pembangunan huntara rampung sebelum Ramadan. Sebab, mereka tak ingin melihat warga beribadah Ramadan di dalam tenda pengungsian.
Di sisi lain, pemerintah, kata Tito juga membangun hunian tetap bagi warga yang rumahnya hilang atau mengalami kerusakan berat pascabanjir. Pemda, kata Tito, mengusulkan 16.329 hunian tetap yang dibangun bagi warga terdampak.
"Sejauh ini sedang dibangun 1.254 huntap. Ini yang perlu percepatan untuk dikerjakan," ujar Tito.
Bagi yang tidak ingin tinggal di hunian sementara maka pemerintah memberikan sejumlah dana yang disebut dana tunggu hunian (DTH). Nominalnya Rp600 ribu per bulan dan diberikan tiga bulan berturut-turut atau Rp1,8 juta.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri itu memaparkan DTH yang sudah disalurkan di Aceh mencapai 93,87 persen. Sedangkan, DTH yang sudah didistribusikan kepada warga di Sumatra Utara mencapai 99,47 persen dan Sumatra Barat 97,17 persen.
"Ini semua ditransfer by name by address sesuai dengan data yang sudah divalidasi oleh BPS (Badan Pusat Statistik)," tutur dia.
3. Jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra mencapai 1.206 jiwa

Sementara, berdasarkan data dashboard terbaru Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra mencapai 1.206 jiwa. Sebelumnya, di dalam rapat evaluasi di DPR, jumlah korban meninggal dilaporkan 1.205 jiwa.
Tetapi, angka tersebut berpotensi terus bertambah karena dilaporkan ada 141 jiwa yang masih hilang.
Bahkan, memasuki hari pertama Ramadan pada Kamis esok, masih ada hampir 13 ribu warga di Sumatra yang tidur di tenda pengungsian. Sebanyak 12.144 warga tidur di tenda pengungsian di Aceh dan 850 warga lainnya masih menghuni tenda pengungsian di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.


















