Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketimbang Kritik Lewat Media, Jusuf Kalla Didorong Temui Langsung Prabowo

Ketimbang Kritik Lewat Media, Jusuf Kalla Didorong Temui Langsung Prabowo
Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Saleh Partaonan Daulay mendorong Jusuf Kalla bertemu langsung dengan Presiden Prabowo di Istana untuk menyampaikan saran, masukan, dan kritik secara terbuka.
  • Prabowo disebut sering mengundang berbagai tokoh bangsa ke Istana untuk berdiskusi, menunjukkan keterbukaan terhadap pandangan dan kritik dari berbagai kalangan.
  • Saleh menilai kurang pantas bagi Jusuf Kalla menyampaikan kritik melalui media sosial atau media massa, karena lebih baik disampaikan langsung kepada Presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mendorong mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana untuk menyampaikan langsung masukan, saran hingga kritik ke pemerintah.

"Dalam konteks keterbukaan seperti ini, sudah sepatutnya Pak Jusuf Kalla sebagai salah seorang tokoh bangsa menyempatkan diri untuk bertemu Prabowo secara langsung di istana. Apa pun saran, masukan, dan bahkan kritik yang ingin disampaikan akan lebih pas untuk diutarakan di hadapan orangnya," ujar Saleh dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (12/4/2026).

1. Yakin Prabowo akan senang bertemu tokoh sekaliber Jusuf Kalla

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay. (www.dpr.go.id)
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay. (www.dpr.go.id)

Saleh yakin, Prabowo akan senang bertemu dengan tokoh sekaliber Jusuf Kalla. Apalagi, kata Saleh, dia mendengar bahwa Jusuf Kalla (JK) juga selalu diundang ke istana.

"Pak JK itu tokoh hebat. Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke manca negara," ujar Saleh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

"Saya kira kalau Pak JK singgah di istana, semua orang berharap agar Beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas Pak JK," lanjutnya.

2. Prabowo sering undang para tokoh untuk berdiskusi di istana

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Manurut Saleh, Prabowo sangat senang mendengar saran dan kritik. Hal ini terlihat dari seringnya Prabowo mengundang para tokoh untuk berdiskusi di Istana.

"Ada yang dari kalangan birokrat, ulama dan tokoh agama, guru besar, media massa, aktivis, dan berbagai elemen lainnya. Setiap pertemuan yang dilakukan selalu diisi dengan diskusi. Bahkan tidak hanya mereka yang ke istana yang mengetahui isi pertemuan, masyarakat luas pun dapat mengikutinya melalui siaran televisi. Ini menandakan kerendahan hati Prabowo untuk selalu bersama dengan seluruh komponen masyarakat dalam menata pembangunan ke depan," paparnya.

3. Tidak elok JK sampaikan kritik di media sosial atau media massa

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Saleh mengatakan, memberikan saran dan kritik kepada pemerintah merupakan hal yang sangat baik dan perlu diapresiasi. Apalagi, saran dan kritik yang disampaikan benar-benar sesuai dengan fakta dan aspirasi masyarakat.

Namun untuk orang sekelas JK, Saleh menyebut, kurang elok menyampaikan kritik di media sosial dan media massa. "Biarlah kritik-kritik terbuka seperti itu disampaikan oleh masyarakat biasa. Apalagi semua orang tahu bahwa Pak JK itu sangat cinta dan selalu rela berkorban untuk Indonesia," ujar Saleh.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More